BERITA UTAMA

Rekrutmen Taruna dan Taruni Akpol hanya Satu Jalur, Mabes Polri: Tak Ada Kuota Khusus

×

Rekrutmen Taruna dan Taruni Akpol hanya Satu Jalur, Mabes Polri: Tak Ada Kuota Khusus

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN— Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta pada Selasa (7/4).

JAKARTA, METRO–Mabes Polri menyatakan bahwa penerimaan taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) ha­nya melalui satu jalur. Yakni jalur reguler. Tidak ada jalur lain, apalagi kuota khusus. Seluruh calon taruna dan taruni harus mengikuti rangkaian seleksi ketat sebelum diterima untuk dididik dan dipersiapkan menjadi generasi penerus pimpinan Polri di masa depan.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa pada 2026, sebanyak 7.988 calon taruna dan taruni mendaftar secara online. Namun, hanya 5.432 yang lolos verifikasi dan mendapat nomor seleksi. Saat ini ribuan calon taruna dan taruni itu masih dalam tahap pemeriksaan administrasi. Seluruhnya mendaftar melalui satu jalur.

“Secara khusus, terkait de­ngan penerimaan taruna dan taruni Akpol Tahun Anggaran 2026, perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, proses seleksi hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler. Sebagaimana yang dipesankan oleh Bapak kapolri melalui bapak asisten SDM kapolri, bahwa rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler,” ucap Isir pada Selasa (7/4).

Baca Juga  Imbas Bupati Aceh Selatan Umrah, Mendagri Tito Larang Kepala Daerah ke Luar Negeri hingga 15 Januari 2026

Isir menegaskan, tidak ada kuota khusus dalam penerimaan taruna dan taruni Akpol. Sebab, para taruna dan taruni disiapkan oleh Polri untuk menjadi pimpinan-pimpinan di Korps Bhayangkara dalam waktu 25-30 tahun ke depan. Sehingga rekrutmen harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar taruna dan taruni yang diterima juga yang terbaik.

“Sekali lagi kami perlu sampaikan, karena rekrutmen calon taruna dan taruni Akpol ini diproyeksikan akan menjadi pimpinan-pimpinan Polri dalam 25-30 tahun ke depan, menghadapi tantangan tugas. Oleh karena itu, proses rekrutmen yang sekarang melalui satu jalur yaitu jalur reguler,” tegasnya.

Jenderal bintang dua Polri itu meminta masyarakat tidak me­nanggapi pihak mana pun yang mengiming-imingi calon taruna dan taruni dengan jaminan bakal diterima di Akpol. Termasuk i­ming-imingi masuk lewat kuota khusus atau dengan cara memberikan sejumlah uang. Sebab, tidak ada jalur penerimaan lain di luar jalur reguler.

Baca Juga  Bule Denmark Diperkosa di Mentawai

“Sekali lagi tidak ada kuota khusus, tidak ada kuota khusus. Seluruh masyarakat kami sampaikan sekali lagi, jangan menanggapi jika ada pihak-pihak lain yang mengiming-imingi peserta, anak­nya, akan diterima dan lulus menjadi taruna-taruni Akpol melalui kuota khusus, terlebih dengan iming-iming bayaran,” kata Isir.

Bila ada masyarakat yang terlanjur sudah membayar dan me­rasa tertipu, Polri meminta segera melapor. Isir memastikan, instansinya akan langsung melaksanakan proses hukum. Jika dalam proses hukum terbukti ada keterlibatan personel Polri, dipastikan Divisi Propam Polri akan turun tangan untuk melakukan penegakan disiplin, kode etik, dan tindakan tegas lainnya.

“Dalam kesempatan ini, kami imbau kepada calon peserta, keluarga dari calon peserta, jika ada pihak-pihak yang kemudian mengiming-imingi atau memberi janji bahwa peserta tersebut atau anaknya bisa diterima melalui kuota khusus, sekali lagi, bisa diterima melalui kuota khusus, ja­ngan ditanggapi, saya ulangi, ja­ngan ditanggapi, abaikan saja,” ujarnya. (jpg)