PDG.PARIAMAN, METRO—Kebakaran besar melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Yaqin yang berlokasi di Nagari Punggung Kasiek, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Kamis siang (23/7). Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Namun, kobaran api menghanguskan sedikitnya enam ruangan di area pesantren, mulai dari kantin hingga fasilitas asrama santri. Si jago merah baru berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya setelah empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi kejadian.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat kepanikan ratusan santri yang berusaha meredam dan memadamkan kobaran api yang dengan cepat merambat ke sejumlah bangunan. Para santri dan pengurus pesantren bergotong-royong menyiramkan air menggunakan ember serta peralatan seadanya sebelum armada Damkar tiba di lokasi.
Pihak kepolisian bersama Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Padang Pariaman masih menginvestigasi pemicu pasti munculnya titik api. Namun, dari dugaan sementara, api pertama kali berkobar dari area bangunan kantin pesantren.
Dampak kebakaran tersebut menyebabkan kerugian besar bagi pihak pengelola pesantren lantaran seluruh stok logistik di gudang makanan serta pakaian milik puluhan santri hangus tak tersisa.
Kadis Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman, Rifki Monrizal mengatakan, saat ini, para santri yang terdampak telah dievakuasi ke area bangunan lain yang aman di lingkungan pesantren sambil menunggu proses pembersihan puing-puing serta penyaluran bantuan darurat.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun sedikitnya enam ruangan hangus terbakar, meliputi kantin, gudang logistik makanan, UKS, serta asrama putra dan putri. Kerugian material kita taksir mencapai sekitar Rp600 juta,” kata Rifki.
Sementara itu, Komandan Regu Wilayah I Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Padangpariaman, Satria Buana Putra, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 13.04 WIB. Satu menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 13.15 WIB.
“Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 15.30 WIB. Informasinya, kebakaran bermula ketika seorang santri melihat kepulan asap yang kemudian disusul munculnya api. Kobaran api dengan cepat membesar hingga membakar bangunan di lingkungan pondok pesantren,” kata Satria Buana Putra.
Satria Buana Putra menuturkan, hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Damkar belum dapat memastikan sumber api sebelum proses penyelidikan yang dilakukan pihak Kepolisian selesai.
“Dalam proses pemadaman, kami mengerahkan empat armada bernomor 04, 05, 07, dan 08, serta mendapat bantuan armada dari Kota Pariaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lain,” tutupnya. (*)






