SIJUNJUNG, METRO— Polres Sijunjung mencatat sebanyak tiga kasus kecelakaan pascalebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau saat Operasi Ketupat tahun 2026 berlangsung. Tiga kasus kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka ringan.
Data tersebut tercatat hingga Selasa (24/3) pasca lebaran Idul Fitri 2026. Satlantas Polres Sijunjung menyampaikan bahwa peningkatan volume kendaraan selama lebaran terjadi di Jalinsum, Sijunjung.
Meski tercatat beberapa kasus, namun tidak ada kemacetan yang terjadi selama arus mudik dan balik di Jalinsum Sijunjung. Peningkatan volume kendaraan di Jalinsum diprediksi akan mengalami peningkatan selama beberapa hari kedepan, terutama saat arus balik.
Hal itu disampaikan Kapolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah melalui Kasat Lantas Iptu Agung Ngurah Subranta menyampaikan, penyebab kecelakaan yang terjadi didominasi karena kendaraan melebihi batas kecepatan, tidak memastikan kondisi aman berkendara (human error) dan gagal menjaga jarak aman antar kendaraan.
“Secara umum arus lalu lintas di sepanjang jalur lintas Sumatra pascalebaran Idul Fitri 2026 terpantau lancar dan terkendali. Tidak ada kemacetan maupun kepadatan yang signifikan dari dua arah,” tutur Kasat Lantas.
Meski demikian, pihaknya mengatakan mencatat tiga kasus kecelakaan yang terjadi di Jalinsum Sijunjung yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang alami luka ringan serta kerugian materil sebanyak Rp5,7 juta.
“Ada tiga kasus laporan polisi laka lantas yang terjadi. Dari total tiga kasus itu satu orang korban kecelakaan meninggal dunia dan tiga orang alami luka ringan,” ungkapnya.
Selama pengamanan arus mudik dan balik di Wilkum Polres Sijunjung, sejumlah personel disiagakan di beberapa titik, di samping posko pengamanan lebaran yang terdapat di Kiliran Jao dan Tanjung Ampalu, Sijunjung.
“Kita menempatkan personel di sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan agar arus balik tetap berjalan lancar dan terkendali,” ujarnya. Selasa (24/3).
Dikatakan, peningkatan volume kendaraan di Jalinsum mulai terlihat sejak H-2 Idul Fitri, namun hingga saat ini arus lalu lintas tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Kita memprediksi arus balik mulai meningkat pada H+4 (24 Maret 2026) dan berpotensi meningkat hingga beberapa hari ke depan, terutama pada jam sore hingga malam hari,” sebutnya.
Satlantas Polres Sijunjung mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat agar memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima dan tidak mengemudi saat mengantuk.
“Periksa kelayakan kendaraan sebelum perjalanan (rem, ban, lampu, dan mesin). Patuhi batas kecepatan terutama pada jalur rawan tikungan dan turunan, jaga jarak aman antar kendaraan untuk menghindari tabrak belakang” imbaunya.
Kemudian, gunakan helm SNI bagi pengendara roda dua dan sabuk keselamatan bagi roda empat. Waspadai kondisi cuaca yang berubah-ubah serta potensi jalan licin. Tidak mendahului pada tikungan, tanjakan, maupun marka jalan tidak terputus.
“Manfaatkan rest area atau posko pengamanan lebaran yang telah disediakan apabila mengantuk ataupun membutuhkan bantuan,” tambahnya. (ndo)






