BERITA UTAMA

Perputaran Uang Judol Rp 86 Triliun, Sahroni: Harus Dimusnahkan Karena Merusak Hidup Rakyat

×

Perputaran Uang Judol Rp 86 Triliun, Sahroni: Harus Dimusnahkan Karena Merusak Hidup Rakyat

Sebarkan artikel ini
TERSANGKA— Sejumlah tersangka judi online (judol) dikawal ketat oleh aparat Kepolisian keluar dari Hayam Wuruk Tower, Jakarta.

JAKARTA, METROWakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong agar judi online (judol) dimusnahkan. Pasalnya, judol menimbulkan kerusakan besar da­lam kehidupan masya­rakat.

Dia mengatakan, PPATK mencatat perputaran uang judol selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan. Dari sekitar Rp Rp 359,8 triliun pada 2024 kini menjadi Rp 86 triliun pada 2026.

PPATK dan Polri harus terus melakukan penegakan hukum. Sebab, perputaran uang di judol masih begitu besar.

“Jangan cepat puas dan jangan kendor. Rp 86,8 triliun itu masih nominal yang sangat banyak, itu uang masyarakat. Korban dari judol ini juga tidak main-main,” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (4/9).

Baca Juga  Tolak Wacana Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD, PDIP Ingatkan Hak Pilih Rakyat Jangan Direbut Kekuasaan

Politikus Partai NasDem ini menyampaikan, judol menimbulkan efek kerusakan yang begitu dahsyat. Oleh karena itu, negara harus hadir melindungi warganya.

“Banyak keluarga hancur karena terlilit hutang pinjol, orang stres, belum lagi adiksinya yang sangat sulit disembuhkan, jadi memang judol ini harus benar-benar musnah. Bukan hanya karena haram, tapi juga kerugiannya yang tidak terhitung baik moriil maupun materiil,” jelasnya.

Segera disahkannya RUU Perampasan Aset juga bisa menjadi angin segar bagi aparat dalam memberantas judol. .

Baca Juga  Delapan Rumah Tertimbun Longsor

“Apalagi nanti dalam pembahasan RUU Perampasan Aset, bandar judol ini menjadi salah satu target yang disasar. Jadi PPATK dan Polri akan memainkan peran yang sangat penting ke depan,” imbuhnya.

Dengan dukungan kebijakan tersebut, Polri harus mampu bertindak tegas dalam pemberantasan judol. Dengan begitu, ma­syarakat bisa terselamatkan.

“Kejahatan ini sudah terstruktur dan perputaran uangnya sangat masif, ini jelas merusak kehidupan ekonomi masyarakat. Jadi pemberantasannya betul-betul harus makin galak, dan yang paling penting, benar-benar memutus rantai bisnisnya,” pungkas Sahroni. (jpg)