AGAM/BUKITTINGGI

Perlombaan, Basuluah hingga Tabliq Akbar, Perayaan 1 Muharam 1447 H Bangkitkan Semangat Anak Nagari Maninjau

×

Perlombaan, Basuluah hingga Tabliq Akbar, Perayaan 1 Muharam 1447 H Bangkitkan Semangat Anak Nagari Maninjau

Sebarkan artikel ini
PAWAI OBOR— Pawai obor yang diikuti anak-anak didikan subuh (MDA/TPQ), se-Kenagarian Maninjau dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H, Kamis (26/6) malam.

AGAM, METRO–Anak Nagari Maninjau sukses menggelar rang­kaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Mu­haram 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2025. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi ajang pembinaan nilai-nilai kea­gamaan dan pelestarian budaya lokal yang sarat makna.

Rangkaian kegiatan di­mulai pada Minggu (15/6) di Masjid Al Ihsan Gasang dengan lomba Tahfizh dan Penyelenggaraan Sholat Jenazah. Kegiatan ber­lanjut pada Senin (23/6) di Masjid Raya Maninjau, yang diramaikan dengan lomba azan dan khutbah. Sementara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di­gelar di Masjid Ummil Qura Duo Sidang pada Selasa (24/6).

Puncak perayaan ber­langsung pada Kamis (26/6) malam, dengan dige­larnya Tradisi Basuluah atau Bacolok (Pawai Obor) dan Tablig Akbar. Acara dilepas langsung oleh Wa­kil Bupati Agam, Muham­mad Iqbal di Masjid Al Ihsan Gasang. Turut hadir Anggota DPRD Agam Al­fian, Kepala DPMN Agam Handria Asmi, Camat Tan­jung Raya Al Hafidz, Wali­nagari Maninjau Harmen Yasin, serta Ketua Panitia Dr. Muhammad Rahyan.

Baca Juga  Prabowo Menang Telak di TPS Wali Kota

Ketua Panitia, Dr. Mu­hammad Rahyan me­nyam­paikan bahwa pe­nyambutan 1 Muharam tahun ini terasa lebih isti­mewa. Pasalnya, kepani­tiaan melibatkan banyak unsur nagari seperti MUI dan Pokdarwis, yang ber­ko­laborasi bersama Pe­merintah Nagari Maninjau dan perangkatnya, terma­suk lima orang Walijorong.

“Kolaborasi lintas lem­baga ini menjadi kunci suksesnya perayaan 1 Mu­haram 1447 H. Selain ber­bagai lomba keagamaan, malam hiburan juga diisi dengan Pentas Seni Anak Nagari dan diakhiri dengan Musyawarah Anak Na­ga­ri,” ujar Dr. Rahyan.

Musyawarah ini diha­diri oleh tokoh adat seperti Niniak Mamak, alim ulama, Bundo Kanduang, dan Parik Paga. Agenda ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan arah pem­ba­ngunan nagari ke de­pan, baik secara fisik mau­pun mental spiritual.

Baca Juga  422 WB Lapas Kelas IIA Bukittinggi Terima Remisi, 3 Warga Binaan “Merdeka” di Hari Kemerdekaan RI

Walinagari Maninjau, Harmen Yasin, menegas­kan bahwa peringatan 1 Muharam merupakan tra­disi penting yang diwaris­kan secara turun-temurun. Menu­rut­nya, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muha­sabah diri dalam mem­bangun karakter dan pe­radaban nagari.

“Kami ingin mem­per­kuat pembangunan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada pem­bina­an karakter masyarakat. Semua dilakukan dengan semangat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dan Adaik Sa­lingka Nagari,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pen­tingnya menyelesaikan persoalan Tanah Ulayat yang berkaitan dengan Hotel Maninjau Indah, ser­ta menghidupkan kembali se­mangat cinta nagari dan penanaman etika serta mo­ral kepada generasi muda.

“Kita harus menun­tas­kan bengkalai Tanah Ula­yat Anak Nagari titipan dan warisan nenek mo­yang dengan Hotel Manin­jau Indah. Kembali mem­bangkitkan semangat cinta banagari, pembenahan etika, moril dan sopan santun pada anak-anak kita,”pungkasnya. (rom)