PDG.PARIAMAN, METRO—Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo melepas pendistribusian bantuan logistik dan sarana prasarana skala besar untuk menjangkau titik-titik terdampak bencana di wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (28/12).
Sebanyak 50 ton bantuan logistik mulai didistribusikan kepada masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang sebelumya sekadar bahan pokok, bantuan kali ini mencakup alat berat hingga program pemulihan psikologis bagi anak-anak.
Pendistribusian bantuan kali ini dilakukan secara terpadu melalui Konvoi Kemanusiaan. Menyadari medan yang berat, Polri mengerahkan 200 personel gabungan dengan 100 unit kendaraan roda dua sebagai ujung tombak untuk menembus lokasi-lokasi yang tak terjangkau kendaraan besar.
Beberapa titik fokus distribusi meliputi wilayah Kabupaten Padangpariaman yaitu Nagari Sungai Buluh Barat, Nagari Sungai Buluh Utara dan Kampung Pondok Nagari Pasie Laweh. Sedangkan di Kabupaten Agam, wilayah pendistribusian bantuan di Palembayan dan Maninjau.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dengan melepas ratusan personel Polda Sumbar yang akan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. Kegiatan itu berlangsung di Mapolres Padangpariaman.
Pada kesempatan itu, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Pihaknya ingin memastikan sinergi pemerintah pusat dan daerah berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
“Penyerahan bantuan ini setelah kami dari Aceh dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barulah hari ini kami menyerahkan bantuan ke Sumbar melalui Polres Padang Pariaman,” kata Komjen Pol Dedi kepada wartawan.
Komjen Pol Dedi menjelaskan, bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai kebutuhan, mulai dari logistik, jembatan darurat, alat berat, air bersih, kebutuhan rumah tangga, alat kerja untuk pembersihan rumah, hingga perlengkapan pakaian sekolah.
“Selain itu, kami juga membantu percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Komjen Pol Dedi menyampaikan bahwa personel Polri saat ini juga difokuskan untuk membantu pembangunan jembatan darurat di sejumlah daerah. Beberapa jembatan tersebut bahkan sudah dapat digunakan meski masih ada beberapa jembatan tahap penyempurnaan.
“Pembangunan jembatan darurat ini ada di lima titik. Di Palembayan, Kabupaten Agam progresnya sudah 100 persen. Malalak, Kabupaten Agam, sekitar 80 persen. Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, 75 persen. Sumani, Kabupaten Solok, sudah 100 persen. Sementara di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih tahap persiapan,” jelasnya.
Ditegaskan Komjen Pol Dedi, jembatan darurat di Salareh Aia, Palembayan, Agam, saat ini baru dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Masyarakat di sana mengusulkan agar jembatan darurat tersebut ditingkatkan menjadi jembatan Bailey sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Permintaan itu karena di wilayah itu terdapat 284 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 1.136 jiwa, guna mendukung sektor pendidikan hingga ekonomi,” paparnya.
Dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana, Polri juga menyiapkan sebanyak 11 unit alat berat yang akan disebar ke sejumlah daerah terdampak di Sumbar.
“Enam unit alat berat kami sebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Agam, sementara lima unit lainnya di Kabupaten Padang Pariaman,” katanya.
Sementara itu, total bantuan yang diserahkan kepada masyarakat pada hari ini mencapai 50 ton. Bantuan ini akan disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam penanganan pascabencana Sumbar.
“Polri tidak hanya fokus pada pembangunan fisik jalan. Upaya pemulihan dilakukan secara holistik. Untuk Hunian Sementara (Huntara). Pembangunan sedang dikebut di tiga lokasi, yakni Kapalo Koto (100 unit), (34 unit), dan Limau Hantu (60 unit),” ungkap dia.
Komjen Pol Dedi menambahkan, pihaknya juga memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih dengan membuat 150 titik sumur bor dan 300 toren, didukung 7 unit mobil tangki yang beroperasi rutin.
“Untuk pendidikan dan mental, sebanyak 200 set seragam sekolah dan 400 pasang sepatu dibagikan. Selain itu, tim psikolog dikerahkan untuk memberikan Trauma Healing kepada anak-anak agar mereka kembali ceria pascabencana. Seluruh bantuan ini akan terus mengalir hingga Huntara selesai sepenuhnya dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal,” tutupnya. (rgr)






