PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pascaperawatan Medis, Lansia Terlantar Diantar ke Panti Sosial

×

Pascaperawatan Medis, Lansia Terlantar Diantar ke Panti Sosial

Sebarkan artikel ini
PANTI SOSIAL— Staf Dinsos Pebby Vadillah didampingi Ketua LPM NDB Fahman Rizal mengantar Risdayati ke panti jompo.

 

PDG. KADUDUAK, METRO–Setelah menjalani perawatan selama satu minggu di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, Risdayati (70) Lansia terlantar warga Kelurahan Nunang Da­ya Bangun Kecamatan Payakumbuh Barat akhirnya diantar ke Panti Sosial Tuna Wisma (PSTW) Jasa Ibu, Nagari Situjuh Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (7/6).

Kepala Dinas Sosial, Irwan Suwandi saat dihubungi mengatakan, pihaknya berembuk dengan Ketua LPM serta Lurah NDB saat merujuk Risdayati ke rumah sakit beberapa waktu lalu. Mereka sepakat untuk menitipkan yang bersangkutan ke panti jompo pasca perawatan medis.

”Beliau ini berstatus Lansia terlantar. Tidak ada keluarga yang mengurus, sehingga dengan kondisi itu, kami bersama lurah dan LPM sepakat untuk menitipkan beliau ke Panti Jompo terdekat yaitu di Nagari Situjuah,” terang Irwan. Kadis Sosial, Irwan Suwandi saat menemani Risdayati di IGD RSUD dr. Adnaan WD

Baca Juga  Baru Terima Adipura Perda No 4 Tentang Pengelolaan Sampah Disempurnakan

Dikatakan, selama ini Risdayati tinggal sendiri dan mengontrak satu pe­tak rumah di Kelurahan Nunang Daya Bangun. Dalam kondisi sepuh, ke­seharian Risdayati ba­nyak dibantu tetangga terdekat. ”Meski berstatus pensiunan, beliau sudah se­puh. Sehingga terkadang untuk memenuhi kebutuhan banyak dibantu tetangga terdekat, cuma karena menderita tumor di mata, fisik beliau drop sehingga seminggu lalu kem­bali kami larikan ke rumah sakit,” tambah Irwan sembari meng­ung­kap bahwa sebelumnya Risdayati juga sudah pernah dilarikan ke RSUD dr. Adnaan WD. Kondisi Risdayati saat ditemukan pertama kali terlantar di rumah kontrakanny

Baca Juga  Titip Pesan pada Peserta O2SN dan GSI, Rida Ananda: Jaga Nama Baik Payakumbuh

Sementara Ketua LPM Nunang Daya Bangun Fah­man Rizal membenarkan pihaknya menyetujui untuk menitipkan Risda­yati ke Panti Jompo. Ketiadaan keluarga dekat menjadi alasan kuat untuk menitipkan Risdayati di panti. ”Kami pikir akan lebih bagus beliau tinggal di Panti Jompo Situjuah, ada yang mengurus langsung kebutuhan beliau. Setidaknya makan dan tidur bisa terjaga. Sebelumnya kami bersama Pak Kadis Sosial sudah koordinasi dengan pengurus Panti. Alhamdulillah mereka bersedia menampung. Semoga Tek Ris (Ris­da­yati,red) betah disana,” pungkas Fahman. (uus)