AGAM/BUKITTINGGI

Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023, PKS Pertanyakan Kekosongan Kas di Akhir Tahun 2023

×

Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023, PKS Pertanyakan Kekosongan Kas di Akhir Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
PARIPURNA— DPRD Agam menggelar rapat paripurna penyampaian Pandangan Umum Fraksi atas Nota Bupati terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023, di Aula Utama DPRD setempat, Senin (3/6).

AGAM, METRO–DPRD Kabupaten A­gam menggelar rapat pari­purna penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Agam atas Nota Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023, di Aula Utama DPRD setempat, Senin (3-6).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Agam Dr. Novi Irwan, S.Pd, MM, didampingi Wakil Ketua DPRD Agam Suharman, Marga Indra Putra, S.Pd, dan Irfan Amran. Dihadiri oleh Bupati Agam Dr. Andri Warman, MM, Forkopimda, Anggota DPRD, Staf Ahli, dan Kapala OPD serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, tujuh Fraksi DPRD Agam melalui masing-masing juru bicaranya menyampaikan pandangan umum terhadap Ranperda tersebut. Pandangan umum diawali dari Fraksi Gerindra yang disampaikan Nesi Harmita, ST dengan mempertanyakan beberapa hal seperti Pendapatan Daerah jauh target yang ditentukan, infrastruktur pere­konomian dan pengelolaan destinasi wisata yang belum optimal.

Baca Juga  Ajang Pemilihan Bujang jo Gadih, Fadhil dan Lidya jadi Duta Wisata Bukittinggi

Sementara itu, Fraksi PKS melalui juru bicaranya Suhermi, S.Pd memperta­nyakan penyebab terjadi­nya kekosongan kas daerah diakhir tahun 2023, sementara kegiatan OPD sedang berlangsung termasuk Pokir DPRD diberbagai OPD. Ia juga menyarankan agar Pemda mengingkan SDM dibidang Pendapatan Daerah terutama PAD.

Selanjutnya, Fraksi De­mokrat Nasdem yang sampaikan oleh Jondra Marjaya menyarankan perlu­nya perencanaan yang ma­tan dan pelaksanaan pekerjaan yang baik terhadap pembangunan yang akan dilaksanakan sehingga tidak muncul masalah kedepannya.

Kemudian Fraksi PAN yang dibacakan oleh Zulpardi, S.Ag memberikan beberapa masukan seperti memaksimalkan potensi PAD dengan sungguh-sungguh. Terkait kagiatan fisik yang jauh dari harapan juga harus lebih ditingkatkan untuk kedepannya.

Baca Juga  Kebun Binatang Surabaya Kerja Sama dengan TMSBK

Terkait dengan PAD, hal senada juga disampaikan oleh Fraksi Golkar malalui juru bicaranya Ir. Fairisman Dt. Piranggo agar Pemda lebih memperhatikan penampatan personil pada Dinas Pendapatan Daerah, guna menunjang pengelolaan PAD yang le­bih maksiamal.

Sedangkan, juru bicara Fraksi PPP H. Ridwan Suhaili, M.Ed mempertanyakan terkait realisasi belanja langsung dan tidak langsung serta sejauh mana orentasi belanja yang men­jadi skala prioritas dalam pemenuhan kebutuhan hak dasar masya­rakat.

Sementara itu, Fraksi PBB Hanura Berkarya yang disampaikan oleh Epi Suardi mendorong pemerintah daerah agar mengoptimalkan seluruh pendapatan dan penerimaan untuk program prioritas dan pe­ningkatkan pembangunan Kabupaten Agam. (pry)