PADANG, METRO–Semen Padang FC bergerak cepat menyusun kekuatan setelah terdegradasi ke Liga 2. Manajemen Kabau Sirah resmi menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Championship 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang.
Kepastian kembalinya pelatih asal Payakumbuh itu diumumkan langsung oleh Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, melalui akun media sosial resmi klub dan akun pribadinya, Rabu (3/6).
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami umumkan pelatih baru untuk Semen Padang FC mengarungi Liga 2 musim 2026/2027 adalah Coach Nil Maizar,” tulis Andre dalam pernyataan resminya.
Penunjukan Nil Maizar sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai sosok yang akan menukangi Kabau Sirah dalam upaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bagi Semen Padang FC, Nil Maizar bukanlah nama baru. Pelatih berusia 56 tahun tersebut memiliki sejarah panjang bersama klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu.
Karier kepelatihannya di Semen Padang diawali dari tim kelompok umur. Ia menangani Semen Padang U-21 pada periode 2000 hingga 2003 sebelum dipercaya menjadi asisten pelatih tim senior selama beberapa tahun.
Pada musim 2010/2011, manajemen memberikan kepercayaan kepada Nil untuk menjadi pelatih kepala. Keputusan tersebut berbuah manis. Di musim pertamanya, ia sukses membawa Semen Padang finis di peringkat keempat kompetisi kasta tertinggi nasional meski berstatus tim promosi.
Prestasi terbesar Nil bersama Kabau Sirah hadir saat mengantarkan tim meraih gelar juara Indonesian Premier League (IPL) musim 2011/2012. Kesuksesan itu kemudian membawanya dipercaya menangani Tim Nasional Indonesia pada 2012.
Setelah meninggalkan Semen Padang, Nil Maizar melanjutkan karier dengan menangani sejumlah klub nasional, di antaranya Putra Samarinda, PS TIRA, Sriwijaya FC, PSMS Medan, hingga terakhir Sumsel United pada musim 2025/2026.
Musim lalu bersama Sumsel United, Nil mencatatkan 12 kemenangan, enam hasil imbang, dan sembilan kekalahan dari 27 pertandingan yang dijalani timnya di Liga 2.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan pengalaman panjang dan pemahaman Nil terhadap kultur klub menjadi pertimbangan utama manajemen dalam menunjuknya sebagai pelatih kepala.
“Kalau melihat historinya, Coach Nil memiliki rekam jejak yang sangat baik. Beliau sudah melatih banyak klub di Indonesia dan juga pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia,” ujar Braditi.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh unsur manajemen klub, mulai dari pemilik saham, penasihat hingga jajaran pengurus.
“Ini sudah kesepakatan semua pihak, baik owner, penasihat, dan manajemen lainnya untuk menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih,” katanya.
Braditi menilai kedekatan emosional Nil dengan Semen Padang FC menjadi nilai tambah yang diharapkan mampu mempercepat proses pembentukan tim.
Selain pernah menjadi pelatih, Nil juga tercatat pernah memperkuat Semen Padang saat masih aktif sebagai pemain.
Manajemen berharap pengalaman serta pemahaman Nil terhadap karakter sepak bola Sumatera Barat dapat menjadi modal penting untuk mengembalikan Kabau Sirah ke Liga 1.
“Kami berharap pengalaman yang dimiliki beliau bisa membantu tim mencapai target promosi kembali ke Liga 1,” ujar Braditi.
Sementara itu, pengumuman kembalinya Nil Maizar mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pecinta sepak bola nasional. Sejumlah mantan pemain dan ofisial Semen Padang FC turut memberikan dukungan melalui media sosial.
Mantan gelandang asing Semen Padang FC asal Korea Selatan, Yoo Hyun-koo, bahkan secara singkat menuliskan harapannya agar Kabau Sirah segera kembali ke kasta tertinggi. “Balik lagi Liga 1,” tulis Yoo dalam kolom komentar unggahan resmi klub.
Kini, tantangan besar menanti Nil Maizar. Di tengah target promosi yang dibebankan manajemen, ia dituntut mampu membangun kembali kekuatan Semen Padang FC agar segera bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia. (*/rom)






