BERITA UTAMA

Nenek Rami Akhiri Hidup dengan Tali Rafia

×

Nenek Rami Akhiri Hidup dengan Tali Rafia

Sebarkan artikel ini
GANTUNG DIRI— Korban Rami (83) ditemukan tewas tegantung di pintu kamar mandi rumahnya di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam.

AGAM,METRO–Warga Kampuang Talang, Jorong Pu­duang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, digemparkan dengan penemuan mayat wanita lanjut usia (lansia) yang tergantung di dalam rumahnya, Selasa (22/4) sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat ditemukan, nenek bernama Rami (83) ini kondisinya sudah kaku dengan tali rafia yang melilit leher dan terikat ke kayu kusen pintu kamar mandi di rumahnya. Warga setempat pun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan kejadian itu.

Tak berselang lama, Polisi bersama tim medis dari Puskesmas juga datang untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Hingga kini, belum diketahui pe­nyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Baca Juga  Pemuda Padang Kantongi 32 Paket Sabu

Kapolsek Ampek Nagari Iptu Novandri mengatakan, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, ditemukannya korban dengan kondisi tewas tergantung oleh salah satu warga yang datang ke rumah korban. Saksi tersebut merasa curiga lantaran sang nenek dipanggil-panggil tak kunjung menyahut.

“Menurut keterangan saksi bahwa pada Selasa itu saksi berusaha mencari korban sambil memanggil korban karena korban tidak keluar rumah pada selasa itu Merasa heran saksi lalu masuk ke dalam rumah korban  dan memanggil manggil korban,” kata Iptu Novandri, Rabu (23/4).

Dijelaskan Iptu Novandri, setiba di dalam rumah, saksi dibuat terkejut lantaran  melihat nenek Rahmi ini sudah tergantung di pintu mandinya dengan menggunakan seutas tali rafia warna merah. Melihat itu saksi langsung memberitahukan kepada ma­syarakat sekitar.

Baca Juga  Tiada Shalat Jumat di Masjid Terbesar ASEAN, Banyak Jemaah tak Dapat Informasi

“Setelah masyarakat sekitar berkumpul, selanjutnya korban di turunkan secara bersama – sama oleh masyarakat setempat. Mendapat laporan, kami langsung menerjunkan Tim Identifikasi bersama medis dari Puskesmas Bawan,” jelas Iptu Novandri.

Iptu Novandri menegaskan, dari hasil pengecekan dari tim medis Puskesmas Bawan menyatakan tidak di temukan adanya tanda- tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Selanjutnya keluarga korban yang disaksikan oleh niniak mamak nagari dan pemuka masyarakat menerima atas kematian korban dan bersedia membuat surat pernyataan menolak autopsi. Soal pe­nyebab korban bunuh diri masih kita selidiki,” tutup dia. (pry)