PADANG, METRO–Meski melewati pemeriksaan yang super ketat, pengujung masih saja nekat menyelundupkan barang atau benda terlarang untuk para tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang. Pastinya, upaya penyelundupan seperti itu bakal ketahuan.
Baru-baru ini, petugas Rutan Padang menggagalkan aksi seorang perempuan berinisial EZ yang nekat menyembunyikan alat isap sabu-sabu atau bong saat hendak membesuk suaminya, RS yang tengah ditahan di penjara dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
“Alat isap sabu itu ditemukan dalam penggeledahan kepada barang bawaan pengunjung yang dilakukan oleh petugas kami,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Muhammad Mehdi, Senin (2/10).
Mehdi mengatakan, alat isap sabu itu diselundupkan RS dengan cara menyembunyikannya di dalam celana. Namun, berkat ketelitian petugas yang melakukan pemeriksaan, upaya penyelundupan barang terlarang itu berhasil digagalkan.
“Karena ketahuan membawa bong, perempuan tersebut sempat langsung diamankan dan membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sementara, sang suami, RS langsung dijebloskan ke dalam sel khusus yang ada di Rutan Kelas IIB Padang. Barang bukti itu kami amankan, jika ada narkoba kami langsung serahkan ke Polisi,” katanya.
Sebelumnya, Petugas Rutan Kelas IIB Padang juga menggagalkan upaya penyelundupan telepon seluler (ponsel) yang dilakukan seorang perempuan. Perempuan berinisial EY tersebut kedapatan menyelundupkan ponsel untuk sang suami berinisial JD yang sedang berada di sel tahanan karena terjerat kasus pelanggaran Undang-undang (UU) Hak Cipta.
“Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (12/9). Ponsel itu disembunyikan oleh istri dari tahanan kami tersebut di dalam pakaian dalam (bra). Keberadaan ponsel tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan petugas saat EY datang pada jam berkunjung. Pada saat kami lakukan penggeledahan badan, di sana terungkap istri dari JD membawa ponsel,” katanya.
Mehdi juga mengapresiasi jajarannya yang berhasil menggagalkan penyelundupan ponsel untuk para narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Menurutnya, tantangan penyelundupan barang terlarang, seperti ponsel merupakan hal yang akan selalu ada di Rutan.
“Untuk mengatasi tantangan ini, saya meminta seluruh petugas harus meningkatkan kewaspadaan serta ketelitian dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang,” tegasya.
Mehdi juga meminta seluruh orang yang masuk ke dalam Rutan baik petugas atau pengunjung akan diperiksa petugas. Barang titipan seperti makanan dan minuman juga diperiksa guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Semua kami periksa, kami selalu berkomitmen menjaga Rutan tetap aman dan kondusif. Untuk sarana komunikasi, di dalam Rutan sudah disediakan fasilitas berupa Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelpas),” tuturnya. (cr2)






