PADANG, METRO—Ditinggal pemilik untuk melaksanakan shalat Zuhur, sebuah minimarket yang berada di Jalan Belibis No 11A, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, ludes dilalap si jago merah pada Rabu siang (5/8).
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Bangunan tersebut memiliki fungsi ganda, yakni lantai dasar dimanfaatkan sebagai minimarket, sementara lantai dua difungsikan sebagai kos-kosan putri.
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.12 WIB. Satu menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Empat armada pemadam dengan kekuatan 75 personel diterjunkan untuk memadamkan api. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.20 WIB setelah menempuh jarak sekitar 4,4 kilometer dari Markas Komando Damkar,” kata Rinaldi.
Rinaldi menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup intensif karena lokasi kebakaran berada di kawasan pertokoan dengan akses jalan yang relatif sempit dan dipadati masyarakat. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.08 WIB, sehingga tidak sempat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
“Berdasarkan informasi awal, api pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang melihat kobaran api sudah membesar dari dalam minimarket. Saksi kemudian segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang,” ujar Rinaldi.
Rinaldi menuturkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas masih melakukan pendataan dan pemeriksaan di lokasi kejadian. Akibat kebakaran tersebut, satu unit minimarket dengan luas sekitar 20 x 20 meter persegi mengalami kerusakan berat akibat terbakar.
“Pemilik minimarket diketahui bernama Azhar Husni (46), seorang wiraswasta. Kebakaran itu terjadi saat pemilik minimarket sedang pergi beribadah shalat. Saat kejadian, terdapat empat penghuni yang terdampak, namun seluruhnya berhasil menyelamatkan diri,” ujar dia.
Rinaldi memastikan tidak ada warga yang harus mengungsi. Selain itu, peristiwa tersebut juga tidak menimbulkan korban luka maupun korban meninggal dunia.
“Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan bangunan dan aset di sekitar lokasi dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp1 miliar,” ungkap dia.
Selain itu, kata Rinaldi,sedikitnya 10 bangunan di sekitar lokasi berpotensi terdampak apabila api tidak segera dikendalikan. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan segera menghubungi layanan darurat apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tukasnya. (*)






