TANAHDATAR, METRO– Kebakaran besar terjadi di menjelang dilaksankannya akad nikah dan pesta pernikahan di Jorong Guguak Manih, Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpauang, Kabupaten Tanahdatar, Rabu (25/3) sekitar pukul 23.30 WIB.
Dalam musibah ini, dua unit rumah serta tenda pelamin dan rumah yang telah dipasang untuk acara akad nikah hangus terbakar. Warga setempat pun berhamburan menyelamatkan diri lantaran api cepat memesar.
Tak berselang lama, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berikut dengan armada tiba di lokasi setelah mendapatkan laporan. Petugas langsung berjibaku untuk memadamkan api. Setelah hampir dua jam, api berhasil dipadamkan, namun bangunan rumah berikut dengan isinya dan tenda pelaminan tidak dapat diselamatkan.
Insiden ini menjadi sorotan lantaran pemilik rumah diketahui akan melangsungkan pesta pernikahan pada Kamis (26/3), hanya beberapa jam setelah kejadian. Akibatnya, pesta pernikahan pun terancam batal.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanahdatar, Khairulnas, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tiga unit armada untuk melakukan pemadaman di lokasi kejadian.
“Petugas tiba di lokasi pada pukul 23.38 WIB dan segera melakukan penanganan intensif. Kami mengerahkan dua unit armada dan satu unit armada dibantu dari PLN. Proses pemadam memakan waktu satu setengah jam lebih dan dilanjutkan dengan pendinginan,” kata Khairulnas kepada wartawan, Kamis (26/3).
Khairulnas menjelaskan, proses pemadaman mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sulit. Jalan lingkungan nagari yang sempit membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.
“Kami terpaksa pakai sistem sambung. Karena kondisi jalan lingkungan nagari hanya lebar dua meter. Yang terbakar itu satu rumah kayu, satu rumah semi permanen terdampak dan tenda pelaminan sebagian besar kena. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 20 x 15 meter persegi dengan tingkat kerusakan berat,” jelasnya.
Khairulnas menuturkan, api pertama kali terlihat berasal dari rumah semi permanen berbahan kayu. Dalam kejadian tersebut, dua rumah yang terbakar diketahui masih berada dalam satu keluarga besar.
“Rumah pertama milik Edison (55), seorang petani, yang dihuni lima orang. Rumah kedua milik Kafri (31), yang dihuni tiga orang. Kami tidak mengetahui identitas pasangan pengantin yang akan menggelar pesta pernikahan tersebut,” tutur dia.
Khairulnas mengungkapkan bahwa tenda pelaminan menjadi salah satu bagian yang paling cepat dilalap api. Material yang digunakan membuat api dengan mudah menyebar dan membesar.
“Tenda pelaminan karena kain, cepat terbakar. Tapi alhamdulillah barang-barang seperti kursi-kursi dan alat musik orgen bisa diselamatkan,” katanya.
Meski kebakaran terjadi menjelang hari pelaksanaan acara, Khairulnas menyebut kemungkinan masih ada tamu undangan yang datang karena undangan telah disebarkan sebelumnya.
“Memang keluarga tersebut akan melangsungkan pesta pernikahan hari ini. Tamu undangan yang tidak tahu kejadian pasti tetap ada juga yang datang, undangan sudah tersebarkan,” sambungnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya menduga api berasal dari korsleting listrik. Hal ini diduga dipicu oleh tingginya penggunaan daya listrik dalam persiapan pesta pernikahan.
“Karena banyak memakan daya listrik kalau untuk pesta ini. Maka kami duga api dipicu akibat korsleting listrik. Api menyala di karpet rumah kayu lalu langsung menyambar ke yang lain. Total kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 400 juta,” pungkas Khairulnas. (*)






