BERITA UTAMA

Melayat ke Rumah Duka, Kapolri : Kita Kehilangan Sosok Tokoh dan Bapak Bangsa

×

Melayat ke Rumah Duka, Kapolri : Kita Kehilangan Sosok Tokoh dan Bapak Bangsa

Sebarkan artikel ini
MELAYAT— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melayat ke rumah duka Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafii, Jumat (27/5)

YOGYAKARTA, METRO–Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mewakili keluarga besar institusi Polri menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafii.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun, tentunya dalam ke­sempatan ini kita semua mengucapkan turut berduka cita kepada seluruh keluarga,” kata Sigit saat melayat Buya Syafii di Mas­jid Gede Kauman, Jumat (27/5).

Dalam hal ini, Sigit me­nyatakan bahwa Buya Sya­fii, adalah sosok tokoh dan bapak bangsa yang selalu memberikan pesan-pesan positif kebangsaan.

Baca Juga  Terus Bertambah, 12 Orang Positif Corona di Sumbar, Riau dan Bengkulu Ikut Awasi Perbatasan Sumbar

“Kita telah kehilangan tokoh dan bapak bangsa yang selama ini selalu mem­berikan pesan-pesan kepada kita semua. Tentunya kita semua kehilangan,” ujar Sigit.

Meski telah kehilangan sosok tokoh dan bapak bangsa, Sigit berharap, semua pesan po­sitif ataupun amanah yang selalu disampaikan Buya Syafii ha­rus terus bisa dilanjutkan oleh ge­nerasi penerus bang­­sa saat ini.

“Namun demikian apa yang menjadi pesan, apa yang menjadi amanah beliau tentunya akan terus kita lanjutkan. Sehingga bangsa ini tentunya kita harapkan bisa menjadi lebih baik dan tentunya kita doakan almarhum Husnul Khotimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucap Sigit.

Baca Juga  Era Wako Hendri Septa, Nilai Reformasi Birokrasi dan SAKIP  Padang Naik Kelas

Lebih dalam, Sigit menekankan, sosok Buya Sya­fii akan terus menjadi teladan dalam mewujudkan Bangsa Indonesia yang jauh lebih baik lagi kedepannya.

“Dan semuanya bisa berjalan dengan lancar, aman dan semua yang menjadi amanah serta teladan beliau tentunya jadi kewajiban kita semua untuk terus melanjutkan,” tutup Sigit. (*)