SOLOK/SOLSEL

Melalui Adu Pinalti, MPP B Tumbangkan Tim MMP A

×

Melalui Adu Pinalti, MPP B Tumbangkan Tim MMP A

Sebarkan artikel ini
TAMPIL SEBAGAI JUARA— Dalam laga final FE Cup 2, MMP B sukses menumbangkan tim MMP A, lewat babak adu penalti dengan skor 5-3 setelah bermain imbang 3-3 sepanjang waktu normal di Stadion H. Marah Adin, Kota Solok, Sabtu (4/7) sore.

SOLOK, METRO–Dalam laga final FE Cup 2,  club MMP B sukses menumbangkan tim MMP A, lewat babak adu penalti dengan skor 5-3 setelah bermain imbang 3-3 sepanjang waktu normal di Stadion H. Marah Adin, Kota Solok, Sabtu (4/7) sore. Laga derbi itu, kedua club yang bertabur bintang pemain nasional menyuguhkan permainan yang mendebarkan bagi penonton sepanjang pertandingan.

Sejak peluit kick-off ditiup wasit Liga 1 Eko Saputra , kedua tim memperagakan permaian saling menyerang. Aksi saling berbalas gol pun terjadi dalam pertandingan derby itu. Tim MMP B berhasil membuka keunggulan le­bih dulu lewat Rosad Se­tiawan (14′) dan menggeta­r­kan gawang tim MMP A. Namun yidak berselang lama, striker Persik Kediri putra daerah asal Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Wigi Pratama (21′) berhasil menyamakan kedudukan.

Bahkan tim MMP A sem­pat membalikkan ke­adaan melalui tendangan Dama Indrayana (35′). Keunggulan tim MMP A juga tidak bertahan lama.  Pemain Rocky Mandosir (43′) kembali menyamakan kedudukan hingga turun minum. Memasuki babak ke dua, tensi permainan semakin memuncak saat pemain MMP B, Mukhlis, diganjar kartu merah pada menit ke-85 karena melanggar Robby Darwis di kotak terlarang, meski eksekusi penalti Irsyad Maulana membentur mistar. Memasuki injury time, Fauzi Idrus sempat membawa MMP B unggul 3-2 di menit ke-92, namun disamakan secara dramatis menjadi 3-3 oleh sundulan Robby Darwis pada menit ke-95. Skor ini memaksa terjadi­nya adu pinalti.

Baca Juga  Solsel Segera Rampungkan RPJPD Tahun 2025-2045

Pada babak adu penalti, Rifan Hamdi selaku penendang kelima MMP B sukses mengunci kemenangan setelah eksekutor ketiga MMP A, Ismail Hadi, gagal menjalankan tugasnya.

Atas kemenangan dramatis ini, MMP B resmi membawa pulang trofi juara dan hadiah uang tunai sebesar Rp150 juta, disusul MMP A selaku runner-up dengan Rp100 juta. Sementara itu, posisi ketiga diraih oleh Saga FC (Sijunjung) dengan hadiah Rp50 juta, dan Three Boy FC (Sijunjung) di posisi keempat membawa pulang Rp20 juta.

Penghargaan individu bergengsi sukses diborong penggawa MMP B, di mana Hugo Samir keluar sebagai Top Scorer (9 gol) dan Rocky Mandosir dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, yang masing-masing berhak a­tas hadiah Rp15 juta.

Sementara itu Wali Ko­ta Solok, Ramadhani Kirana Putra, yang hadir langsung menyaksikan jalannya laga pamungkas bersama Wawako Solok Sur­yadi Nurdal memberikan apresiasi yang luar biasa atas manajemen pergelaran turnamen lintas pro­vinsi ini. “Pemerintah dae­rah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Turnamen FE Cup 2 ini telah memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya bagi perputaran ekonomi kreatif dan UMKM di sekitar stadion, melainkan juga memperkuat citra Kota Solok di tingkat regional Su­matera sebagai daerah yang aman, kondusif, dan ramah untuk dikunjungi,” ujar Ramadhani.

Baca Juga  Pemkab Solsel dan Forum TJSLP Tebar 44 Ekor Hewan Sapi Kurban

Menanggapi animo lu­ar biasa masyarakat yang memadati stadion sejak siang hari, Ramadhani juga memaparkan rencana stra­tegis pembenahan infrastruktur olahraga kebanggaan Kota Beras tersebut. “Melihat besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, Pemerintah Kota Solok berkomitmen untuk melanjutkan perluasan pembangunan Stadion H. Marah Adin ke depan, terutama berfokus pada pembebasan lahan sisa serta percepatan pemba­ngunan tribun timur guna menampung kapasitas penonton yang lebih besar,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Turnamen, Deni Eka Surya, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh jajaran Pemkot Solok serta dedikasi Fadlul Efendi yang konsisten me­ngawal kompetisi ini hingga berjalan sukses selama sebulan penuh. “FE Cup dibangun bukan semata-mata untuk mencari juara di lapangan, melainkan sebagai rumah besar untuk merawat tali persaudaraan dan menyediakan kom­petisi yang sehat serta kom­petitif bagi talenta-ta­lenta muda. Kami memohon maaf atas segala ke­kurangan dan berkomitmen menjadikannya bahan evaluasi demi edisi ketiga tahun depan,” pungkas Deni. (vko)