SOLOK, METRO— Untuk membangun dapur umum, Pemerintah Kota Solok kucurkan dana sebesar 3 Miiiar Rupiah lebih. Proyek tersebut memanfaatkan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang memang diperuntukan untuk penanggulangan pasca bencana.Tetapi bagi Pemko Solok, proyek ini bukan sekedar menjadikan kawasan yang memiliki fungsi sosial dan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas dapur umum dalam kondisi kedaruratan, kawasan tersebut juga menjadi pusat aktivitas ekonomi kuliner.
Dalam pemanfaatan dan penggunaan dana TKD itu sendiri, memang ada acuan hukumnya yakni Peraturan Menteri Keuangan no 139/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa serta Surat Edaran (SE) Mendagri No. 900/2941/SJ terkait TKD dimana dana TKD Bencana sifatnya earmarked atau dana khusus.
Dana TKD hanya boleh digunakan untuk: tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi pasca bencana, dan mitigasi bencana.
Dalam keterangannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solok, Afrizal, mengatakan proyek ini memadukan aktivitas ekonomi kuliner dengan fasilitas yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, kegiatan sosial, hingga penanganan kondisi darurat.
“Keberadaan kawasan jalan Cengkeh yang akan disulap menjadi kawasa dapur umum dan pusat kuliner ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan dan memasarkan produk lokal,” ungkap Afrizal.
Dengan penataan kawasan yang lebih baik, aktivitas perdagangan dan produksi makanan diharapkan dapat berlangsung secara nyaman, tertib, dan mampu meningkatkan daya tarik kawasan kuliner Kota Solok.
Afrizal, mengatakan pembangunan Pasar Kuliner di Jalan Cengkeh merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Solok yang pembangunannya didukung melalui Dana TKD.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan perubahan secara fisik terhadap kawasan perkotaan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pasar kuliner diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pemasaran produk, sekaligus membuka peluang ekonomi baru
Sementara itu, keberadaan fasilitas dapur umum menjadi bagian penting dari konsep pengembangan kawasan. Fasilitas tersebut nantinya dapat diaktifkan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana atau kondisi khusus yang membutuhkan penyediaan makanan dalam jumlah besar bagi masyarakat terdampak. (vko)






