DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang sukses menggelar Rapar Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang yang ke-357 di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).
Ketua DPRD Padang, Muharlion, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi itu merupakan wujud rasa syukur sekaligus momentum menjadikan sejarah penyerangan benteng Belanda pada 7 Agustus 1669 sebagai inspirasi motivasi pembangunan kota.
“Peringatan ini mengenang peristiwa heroik masyarakat Minang menumbangkan benteng Belanda, membuktikan kita adalah tuan rumah yang sah dan bertekad kuat membangun daerah berbasis agama dan budaya,” ujar Muharlion saat membuka sidang.
Muharlion menegaskan komitmen DPRD Kota Padang untuk terus mengawal pembangunan yang berpihak kepada rakyat melalui pelaksanaan tiga fungsi utama lembaga legislatif secara konsisten.
“Kami berkomitmen mengawal pembangunan melalui fungsi legislasi, penyusunan anggaran APBD yang berorientasi rakyat, serta pengawasan pemerintahan secara menyeluruh,” kata Muharlion.
Ia mengatakan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City” sebagai pijakan memperkuat posisi kota di tingkat internasional.
“Tema tahun ini memuat visi besar menjadikan warisan kuliner dan budaya sebagai pemersatu serta penggerak pembangunan Kota Padang,” tutur Muharlion.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan langkah cepat pemerintah kota dalam menangani dampak bencana banjir yang sempat melanda sebagian wilayah daerah tersebut pada 3 Agustus 2026.
“Kami bergerak cepat melakukan penanganan darurat, penambahan enam unit alat peringatan dini, serta penataan ruang berbasis risiko bencana demi resiliensi kota,” kata Fadly.
Fadly mengungkapkan bahwa arah transformasi ekonomi daerah berdasarkan RPJPD 2022–2045 untuk mewujudkan Padang sebagai kota jasa terkemuka, maju, berbudaya, dan berkelanjutan.
“Kota Padang didukung tiga kekuatan utama, yakni sektor pendidikan dengan 180 ribu mahasiswa, perdagangan yang menyumbang 17,52 persen PDRB, serta pariwisata yang mencapai 5,3 juta wisatawan,” tutur Fadly.
Ia juga menyoroti pencapaian penurunan angka kemiskinan menjadi 3,63 persen pada 2025 serta raihan berbagai penghargaan internasional seperti ASEAN Clean Tourist City.
“Penurunan angka kemiskinan dan berbagai penghargaan nasional maupun internasional menjadi wujud nyata komitmen kita meningkatkan kualitas hidup warga,” ucap Fadly.
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi menekankan pentingnya penerapan konsep reduksi risiko dalam seluruh pelaksanaan pembangunan di wilayah rawan bencana.
Denny mengapresiasi keaktifan Pemko Padang dalam membangun diplomasi internasional, salah satunya melalui proyek pembersihan dan penataan sanitasi Batang Arau bersama pihak asing.
Ia mendorong hilirisasi potensi sumber daya manusia dan komoditas unggulan daerah seperti gambir dan kulit manis dengan memanfaatkan keberadaan puluhan perguruan tinggi.
Asisten II Setda Pemprov Sumbar, Adib Alfikri, yang hadir mewakili Gubernur menegaskan posisi strategis Kota Padang sebagai etalase utama provinsi itu. “Wajah Kota Padang mencerminkan Sumatera Barat sehingga kebersihan dan kenyamanan ruang publik kota ini membentuk citra positif daerah di mata dunia,” kata Adib.
Adib menggarisbawahi bahwa tema gastronomi yang diangkat sangat relevan dengan identitas serta sejarah peradaban kuliner Minangkabau yang telah mendunia. “Gastronomi bukan sekadar makanan, melainkan cerita peradaban dan identitas Minangkabau seperti rendang yang memperkuat posisi pariwisata kita,” ucap Adib.
Ia menutup pemaparannya dengan menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus bersinergi mendukung pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Kota Padang.
Dalam momen Rapat Paripurna Istimewa tersebut, DPRD bersama Pemko Padang menyerahkan penghargaan berupa piagam dan pin emas kepada 12 tokoh masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi di berbagai bidang yang telah ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Padang Nomor 432 Tahun 2026 yang ditandatangani Wali Kota Padang Fadly Amran pada 4 Agustus 2026.
Pada bidang seni, budaya, dan adat istiadat, penghargaan diberikan kepada Syarifuddin. Di bidang keagamaan, penghargaan diberikan kepada Buya Dr. Syams Akmal Tuanku Putiah. Bidang pemberdayaan perempuan diterima oleh Yefri Heriani, bidang sosial, penghargaan diberikan kepada Zulhardi Z. Latif, bidang lingkungan hidup, penghargaan diserahkan kepada Prof. Dr. Ir. H. James Hellyward, bidang kemanusiaan, penghargaan diterima Abdul Rahim.
Kemudian, Tokoh pemuda dan olahraga, Drs. H. Yusman Kasim, di sektor ekonomi, penghargaan diberikan kepada Ali Umar Nurta, bidang pendidikan dianugerahkan kepada Zainal Akil, bidang kesehatan, penghargaan diberikan kepada Dr. dr. Muhammad Riendra, bidang kemasyarakatan diberikan kepada Aiptu Dafit Rico Dermawan atau yang dikenal sebagai David Wewe, serta bidang komunikasi dan teknologi informasi diberikan kepada Widya Navis. (***)






