LIVERPOOL memulai lembaran baru dengan menunjuk pelatih asal Spanyol, Andoni Iraola, sebagai manajer anyar untuk menggantikan Arne Slot. Kesepakatan tersebut dilaporkan telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari manajemen klub dalam waktu dekat.
Kabar penunjukan Iraola pertama kali diungkap oleh jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano, pada Rabu (3/6). Pelatih berusia 43 tahun itu disebut telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun yang akan mengikatnya hingga Juni 2028.
Penunjukan Iraola menjadi langkah penting Liverpool setelah musim 2025/2026 berakhir dengan kekecewaan. The Reds gagal meraih satu pun trofi dan hanya mampu finis di peringkat kelima klasemen Liga Inggris sehingga gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Manajemen klub kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot dan memilih Iraola sebagai sosok yang dipercaya membangun kembali kekuatan tim di Anfield.
Dalam tugas barunya, Iraola tidak datang sendirian. Ia membawa sejumlah staf kepelatihan yang selama ini menjadi bagian penting dari kesuksesannya bersama AFC Bournemouth.
Beberapa nama yang ikut bergabung adalah Pablo de la Torre, Tommy Elphick, Shaun Cooper, dan Tom Webber. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi sekaligus memastikan filosofi permainan Iraola berjalan sesuai rencana.
Kolaborasi tim pelatih tersebut terbukti sukses di Bournemouth. Bersama Iraola, mereka mampu mengubah klub yang sebelumnya berjuang di papan bawah menjadi salah satu tim paling kompetitif di Liga Inggris dan berhasil mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Reputasi Iraola memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak menangani Bournemouth, mantan pemain Athletic Bilbao itu dikenal dengan filosofi permainan agresif, intensitas tinggi, serta keberanian mengambil risiko dalam setiap pertandingan.
Sebelum sukses di Inggris, Iraola lebih dahulu mencuri perhatian saat melatih Rayo Vallecano. Ia berhasil membawa klub tersebut tampil kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Spanyol dengan gaya bermain menyerang yang atraktif.
Di Bournemouth, sentuhan tangannya semakin terlihat. Sejumlah pemain berkembang pesat di bawah arahannya, termasuk Antoine Semenyo, Marcos Senesi, hingga James Hill.
Salah satu ciri khas Iraola adalah keberaniannya mengubah jalannya pertandingan melalui pergantian pemain yang ofensif. Filosofi tersebut membuat Bournemouth beberapa kali mencatat kemenangan dramatis setelah tertinggal lebih dahulu.
Seorang staf senior Bournemouth bahkan menggambarkan Iraola sebagai pelatih yang selalu bermain untuk menang.
“Andoni ingin memenangkan setiap pertandingan. Ia selalu berusaha menjaga intensitas permainan tetap tinggi dan tidak pernah menyerah untuk mencari kemenangan,” ujar sumber internal klub.
Keberhasilan Bournemouth mencatatkan musim terbaik dalam sejarah klub semakin mengukuhkan reputasi Iraola sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat ini.
Kini tantangan yang jauh lebih besar menantinya di Anfield. Dengan ekspektasi tinggi dari suporter Liverpool, Iraola dituntut segera mengembalikan klub ke jalur persaingan gelar juara, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Bermodalkan filosofi permainan menyerang, kemampuan mengembangkan pemain, serta rekam jejak yang terus menanjak, Liverpool berharap era baru di bawah kepemimpinan Andoni Iraola dapat membawa The Reds kembali ke puncak kejayaan. (*/rom)






