GRANIT XHAKA harus kehilangan tempat di skuad Timnas Swiss untuk Nations League setelah mengaku pernah memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu.
Gelandang Sunderland itu mengakui kesalahannya dan menyatakan siap bertanggung jawab atas keputusan yang dibuatnya pada masa pandemi.
Kasus itu muncul di tengah penyelidikan terhadap seorang dokter asal Swiss yang diduga memproduksi sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu bagi orang-orang yang belum menjalani vaksinasi setelah pandemi. Xhaka lalu mengakui bahwa dirinya memperoleh dokumen vaksinasi palsu karena memiliki ketidakpercayaan yang besar terhadap vaksin saat itu.
“Dalam beberapa hari terakhir, banyak pemberitaan mengenai masalah dari masa lalu saya. Saya ingin menyampaikan hal ini secara pribadi. Pada saat itu, saya sangat terguncang dan emiliki keraguan serius mengenai vaksinasi Covid-19. Saya memiliki ketidakpercayaan yang mendalam terhadap vaksin dan diliputi ketakutan serta ketidakpastian,” tulis Xhaka dalam unggahan di Cerita Instagramnya.
“Dalam kondisi emosional itu, saya [pilih] mendapatkan sertifikat vaksinasi [palsu] daripada menyelesaikan pertanyaan yang belum terjawab melalui jalur yang semestinya. Sekarang, saya memahami dengan jelas bahwa itu merupakan tindakan yang salah. Itu sebuah kesalahan. Saya meminta maaf,” tulis Xhaka.
Pemain berusia 33 tahun itu juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah berurusan dengan pihak berwenang terkait kasus tersebut. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa persoalan tersebut berpotensi memiliki konsekuensi hukum. “Saya menerima tanggung jawab atas keputusan tersebut, sedang menjalani proses untuk menyelesaikan masalah ini dan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang terkait,” lanjut Xhaka.
Presiden Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) Peter Knabel pun mengeluarkan pernyataan atas kasus yang menimpa Xhaka. Knabel mengapresiasi sikap Xhaka yang memilih mengakui dan bertanggung jawab atas tindakannya.
“Kami menyambut baik langkah Granit untuk menghadapi masalah ini secara langsung. Pada saat yang sama, kami bersama-sama sepakat bahwa demi kepentingan terbaik tim, pemusatan latihan kali ini dilanjutkan tanpa kehadirannya,” ujar Knabel dikutip dari ESPN.
Menurut Knabel, prioritas Swiss saat ini ialah meredakan situasi dan mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada tim serta pertandingan UEFA Nations League yang akan datang.
“Setelah jeda internasional ini berakhir, kami akan menilai kembali situasi bersama Granit dan membahas langkah selanjutnya,” lanjutnya.
Granit Xhaka merupakan salah satu pemain penting dalam Timnas Swiss dengan mencatatkan rekor 152 penampilan bersama negaranya. Dengan demikian, keputusan SFV itu membuat Xhaka tidak dapat memperkuat skuad Swiss untuk menghadapi Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia di Grup E pada jeda internasional kali ini. (jpg)






