BUKITTINGGI, METRO—Momen libur sekolah Juni–Juli 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata Kota Bukittinggi. Tingkat kunjungan wisatawan meningkat, seiring melonjaknya okupansi hotel dan penginapan yang mencapai 60 hingga 80 persen selama masa liburan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi, Taufik Hidayat, mengatakan peningkatan hunian kamar mulai terasa sejak memasuki periode libur sekolah. Menurutnya, hampir seluruh hotel anggota PHRI merasakan dampak positif dari meningkatnya arus wisatawan yang datang ke kota wisata tersebut.
“Alhamdulillah, selama musim liburan sekolah ini tingkat hunian hotel mengalami peningkatan yang cukup signifikan, berada di kisaran 60 hingga 70 persen,” kata Taufik, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan, tingkat okupansi pada akhir pekan bahkan lebih tinggi dibandingkan hari kerja. Pada periode weekend, hunian kamar di sejumlah hotel mampu mencapai 70 hingga 80 persen.
Meningkatnya tingkat hunian tersebut juga sejalan dengan ramainya aktivitas wisata di berbagai destinasi unggulan Bukittinggi. Kepadatan lalu lintas menuju kawasan wisata menjadi salah satu indikator tingginya jumlah wisatawan yang menghabiskan masa liburan di kota itu.
“Selama musim liburan ini kita melihat jalanan dipenuhi wisatawan. Banyak masyarakat yang datang berlibur dan kondisi tersebut ikut mendorong meningkatnya okupansi hotel,” ujarnya.
Taufik menilai, kondisi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2025. Saat itu, kunjungan wisatawan sempat menurun akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat sehingga mengganggu akses menuju berbagai destinasi wisata.
“Kalau dibandingkan tahun lalu tentu berbeda. Tahun lalu banyak terjadi bencana, seperti longsor dan jalan yang terputus, sehingga berpengaruh terhadap jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel,” katanya.
Meski saat ini masih terdapat beberapa kendala di jalur menuju Bukittinggi, seperti kemacetan di kawasan Lembah Anai akibat pekerjaan jalan dan beberapa titik longsor di daerah lain, kondisi tersebut dinilai belum memberikan dampak berarti terhadap tingkat hunian hotel.
Menurutnya, wisatawan tetap memilih Bukittinggi sebagai salah satu destinasi utama untuk menghabiskan masa liburan bersama keluarga. Hal itu terlihat dari tingginya aktivitas di objek wisata maupun pusat-pusat keramaian kota.
Saat ini PHRI Bukittinggi menaungi 34 anggota yang terdiri atas hotel, restoran, serta institusi pendidikan pariwisata. Organisasi tersebut juga aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan event yang diselenggarakan di Kota Bukittinggi.
Taufik menambahkan, penyelenggaraan berbagai agenda berskala besar turut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah rangkaian perayaan 100 Tahun Jam Gadang yang sukses menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
“Event seperti perayaan 100 Tahun Jam Gadang tentu memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel. Ke depan kami berharap semakin banyak kegiatan berskala nasional digelar di Bukittinggi agar manfaat ekonominya bisa dirasakan seluruh pelaku usaha,” ungkapnya.
Ia optimistis sektor perhotelan dan pariwisata Bukittinggi akan terus tumbuh apabila didukung penyelenggaraan berbagai agenda wisata, budaya, dan olahraga secara berkelanjutan. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan pelaku usaha lokal. (pry)






