BERITA UTAMA

Bangkit dari Keterpurukan, Pemkab Agam Komitmen Pulihkan Lahan Pertanian Pascabencana

×

Bangkit dari Keterpurukan, Pemkab Agam Komitmen Pulihkan Lahan Pertanian Pascabencana

Sebarkan artikel ini
BUPATI Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah bersama jajaran Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian usai Rapat Koordinasi Lingkup Pertanian Kabupaten Agam.

PEMERINTAH Kabupaten Agam melalui Dinas Pertanian terus melakukan percepatan proses pemulihan lahan persa­wa­han yang terdampak bencana hidrometeorologi. Diantaranya melalui program Rehabilitasi Sa­wah dan program Optimasi Lahan yang dialo­ka­sikan Kementerian Pertanian agar lahan sawah yang terkena dampak ben­cana dapat kembali diolah dan ditanami.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo menyebutkan, saat ini Dinas pertanian Kabupaten Agam telah berhasil mela­kukan rehab sawah dengan target 311 Hektar dan telah selesai direalisasikan dengan sempurna sesuai dengan target yang ditentukan.

“Kemudian untuk optimalisasi lahan yang terdampak bencana hidrometeorologi dari target  294 hektar dan selesai 270 hektar dan sisa 24. Sedangkan untuk dam parit kita menargetkan 35 unit dan sampai saat sekarang ini sudah selesai dengan bobot 70 persen, dan untuk rehab irigasi tersier kita menargetkan 21 paket dan saat sekarang ini kita per­kirakan sudah mencapai bobot fisik  75 persen,”ujar Heri Prasetyo Wibowo.

“Untuk pipa target 27 dan untuk bobot fisik su­dah mencapai 85 persen. Untuk irigasi perpompaan, kita menargetkan 53 unit dan untuk saat ini bobot 28 persen  dan yang terakhir untuk jalan usaha tani ada 2 paket dan untuk saat sekarang ini bobot fisik sudah mencapai 40 per­sen,”tambahnya.

Baca Juga  Pengedar Sabu Diciduk saat Tunggu Pembeli di Rumah

Bencana yang melanda Agam tahun lalu tidak hanya merusak lahan pertanian dan usaha peternakan, tetapi juga menghantam infrastruktur pertanian serta alat dan mesin pertanian yang menjadi penopang produksi ma­sya­rakat.

“Kerusakan ini berdampak langsung terha­dap produksi pertanian dan kondisi ekonomi petani. Namun ini harus men­ja­di momentum untuk mem­­­perkuat sinergi da­lam membangkitkan kem­bali sektor pertanian Agam. Upaya pemulihan men­dapat dukungan besar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Kabupaten Agam memperoleh bantuan sekitar Rp 29 miliar melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi untuk berbagai program rehabilitasi dan optimasi lahan.

Dana tersebut digu­nakan untuk rehabilitasi lahan sawah seluas 311 hektare, optimasi lahan 387 hektare, pembangu­nan 35 dam parit, 53 unit irigasi perpompaan, 27 unit irigasi perpipaan, rehabilitasi dua jalan usaha tani, serta pemeliharaan 21 jaringan irigasi tersier.

Baca Juga  Didakwa Jaksa di Pengadilan Tipikor, Terdakwa Korupsi Bantuan Bencana Keberatan

Tak hanya itu, pemerintah pusat juga melanjutkan program optimasi lahan non rawa seluas 1.000 hektare dan menyetujui tambahan rehabilitasi sa­wah 250 hektar serta pemeliharaan 60 jaringan irigasi tersier.

Di sektor perkebunan, Agam juga menerima du­kungan besar berupa bantuan bibit kayu manis, kopi, tebu, dan kelapa. Bahkan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mengalokasikan dana Rp 43 miliar untuk program peremajaan sa­wit rakyat seluas 250 hektar.

Sementara pada sektor tanaman pangan dan hor­tikultura, bantuan yang diterima meliputi benih padi, jagung, cabai merah, kentang, bawang, durian, hingga berbagai sarana dan prasarana pascapanen.

Heri Prasetyo Wibowo menegaskan keberhasilan program pemulihan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, ka­bupaten hingga penyuluh pertanian dan petani.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian, meski kini secara administrasi berada di bawah pemerintah pusat.

“Status kepegawaian boleh berubah, tetapi pe­ngab­dian kepada petani Agam harus tetap menjadi prioritas bersama,” tegasnya. (***)