BERITA UTAMA

Langgar Aturan, BGN Copot 137 Kepala SPPG se-Indonesia

×

Langgar Aturan, BGN Copot 137 Kepala SPPG se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Petugas SPPG sedang menyiapkan menu MBG.

JAKARTA, METROBadan Gizi Nasional (BGN) mencopot sebanyak 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia dari jabatannya.

Langkah itu dilakukan terkait upaya menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dan perhari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia,” kata Kepala BGN Sudaryono usai rapat pimpinan kepada wartawan, Senin (3/8).

Sudaryono merinci, 137 Kepala SPPG yang dicopot di antaranya 49 di Jawa Barat, 26 di Lampung, 11 di Jawa Timur, 10 di Sumatera Utara, 10 di Banten, dan 5 di Jawa Tengah.

Baca Juga:Bos Baru BGN Tegaskan Zero Tolerance terhadap Insiden Keamanan Pangan pada Program MBG

“Termasuk Kepala Dapur, 5 itu termasuk yang kemarin dapurnya yang di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” kata Sudaryono.

Baca Juga  Gagal Nanjak, Truk Tangki CPO Terbalik, Muatannya Tumpah ke Jalan

Mas Dar, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pencopotan tersebut dilakukan terhadap kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin.

Juga yang memiliki rekam jejak kasus yang bertentangan dengan standar operasional dan integritas pelaksanaan Program MBG.

Menurut Sudaryono, tindakan pencopotan tersebut merupakan bentuk disiplin organisasi terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Mulai dari kasus keracunan hingga penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

“Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero toleran. Dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, tapi control is better,” tegas Mas Dar.

Untuk menguatkan tata ke­lola MBG, BGN juga tengah mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital yang memungkinkan seluruh proses operasional di dapur dapat dipantau secara sistematis.

Baca Juga  Erick Thohir Pastikan Harga Tiket Mudik Lebaran 2025 Tak Naik

Selain memperkuat sistem pengawasan internal, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada publik.

Yakni melalui penyediaan informasi yang mudah diakses oleh para pemangku kepentingan, khususnya orang tua, sekolah, serta pemerintah dae­rah.

“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua, kemudian dinas kesehatan, dinas pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah itu mendapatkan informasi bahwa anaknya diberi menu makan apa oleh negara di hari ini, hari kemarin, hari esok, dan rencananya apa, kandungan gisi­nya apa, kemudian menu tadi itu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa, sehingga kita bisa lihat,” kata Mas Dar. (jpg)