SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Kepala BKKBN Pusat Kunker ke Sijunjung, Bawa Program Percepatan Penanganan Stunting

×

Kepala BKKBN Pusat Kunker ke Sijunjung, Bawa Program Percepatan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
dr.Hasto Wardoyo SpOG (K) Kepala BKKBN

SIJUNJUNG, METRO–Kabupaten Sijunjung akan dikunjungi Kepala BKKBN pusat, dr Hasto Wardoyo SpOG (K) dalam gebyar temu kader percepatan penanganan stun­ting. Sijunjung menjadi daerah pilihan untuk pe­nerapan program pena­nganan stunting dari pemerintah pusat. Kedata­ngan Kepala BKKBN ke Sijunjung untuk menerapkan program dan menge­dukasi kader dalam percepatan penanganan stun­ting di Sumbar, khusus­nya di Kabupaten Sijunjung.

Kunjungan kerja kepala BKKBN ke Sijunjung direncanakan selama tiga hari, mulai dari  tanggal 29-31 Mei mendatang. Selain temu kader, Kepala BKKBN juga diagendakan beberapa kegiatan lainnya di Kabupaten Sijunjung.

Plt Kadis Pengendalian Penduduk dan KB, Kardi Ray didampingi Plt.Kadis Kominfo Sijunjung, David Rinaldo menjelaskan, persoalan stunting saat ini menjadi isu nasional, terutama dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan angka stunting me­ningkat secara nasional. “Persoalan stunting ini menjadi perhatian secara nasional, baik tingkat pro­vinsi maupun kabupaten. Karena secara nasional angka stunting ini menga­lami kenaikan, terutama dampak dari pandemi Co­vid-19 kemarin,” tutur Kardi Ray, Kamis (26/5).

Baca Juga  Kadisdik Asril Sebut, Awal Tahun 2025 Belum Terima Program Makan Gratis  

Kabupaten Sijunjung menjadi daerah pertama yang dikunjungi pemerintah pusat dalam penerapan program penanganan stunting, yang nantinya juga menjadi referensi bagi daerah lain. “Kita di Sijunjung mendapat perhatian khusus dari peme­rintah pusat, sehingga program penanganan stun­­ting dari pusat nantinya bisa diterapkan dengan baik di Sijunjung,” ujar Kardi Ray.

Selain itu, dengan kedatangan Kepala BKKBN ke Sijunjung diharapkan program strategis dari pusat bisa mendorong pembangunan Sijunjung.  “Kita berharap nantinya, setelah kunjungan ini, Ka­bupaten Sijunjung bisa menjadi daerah percontohan percepatan penanganan stunting, karena persoalan stunting ini sudah menjadi isu secara nasio­nal, terutama dampak dari pandemi kemarin,” jelas Kardi Ray.

Selain itu, dengan ada­nya komunikasi yang baik antara Pemkab Sijunjung dengan kementrian, pada tahun ini Sijunjung mendapat alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp3,7 mi­liar di Dinas Dalduk KB, termasuk untuk penanganan stunting.

Baca Juga  Warga Diimbau Ramaikan Masjid selama Ramadhan

“Program penganan stunting kita terus berjalan, karena memang ini termasuk program prioritas yang harus dituntaskan dan tertera di RPJMD. Termasuk bantuan DAK dari pusat tadi kita fokuskan kesini,” papar Kardi Ray.

Penanganan stunting melibatkan banyak pihak serta membutuhkan peran seluruh elemen masya­rakat. “Stunting dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya, pola asuh, pola makan dan sanitasi. Tiga aspek ini memiliki ca­kupan yang luas dan ba­nyak pihak yang berperan di sana,” sebut Kardi Ray.

Sedangkan dari segi sosial, stunting juga dipe­ngaruhi sejumlah faktor lainnya termasuk eko­nomi, kesehatan, lingku­ngan, pangan dan sumber daya manusia (SDM). (ndo)