PARIAMAN, METRO–Ketua Tim (Katim) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, yang saat ini menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Polri kunjungi Kota Pariaman. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus untuk koordinasi, dan konsolidasi pelaksanaan penanganan pasca bencana di Kota Pariaman.
Brigjen Yofie juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman, sebagai daerah yang cepat merespon serta bergerak cepat dalam menangani masalah pasca bencana di Kota Pariaman.
Kedatangan Jenderal Bintang satu ini disambut langsung oleh Wakil Walikota Pariaman Mulyadi, Waka Polres Pariaman Kompol Yuhendri, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pariaman Ferry Ferdian Bagindo Putra dan jajaran, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan OIahraga Kota Pariaman Yurnal, kemarin.
“Tujuan kami datang kesini, adalah untuk melihat langsung kondisi daerah terdampak sekaligus melakukan pengecekan penerima manfaat Hunian Tetap (Huntap), sekaligus memastikan apa ada kendala dan permasalahan yang terjadi di lapangan, dan kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman, termasuk daerah yang respon dan laporanya cepat,” ujarnya.
Brigjen Yofie menyampaikan bahwa Monev ini merupaka n bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan Realisasi Pembangunan Pascabencana. Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026 – 2028, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk hal tersebut, tukasnya.
“Anggaran ini dialokasikan untuk pemulihan jangka panjang yang mencakup pembangunan infrastruktur, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan ekonomi masyarakat. Untuk itu, tugas kami di Satgas PRR berupaya mengebut realisasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) serta infrastruktur fasilitas umum lainnya, yang nantinya untuk pembangunanya akan dilakukan secara bertahap di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Mulyadi menanggapi bahwa masyarakat Kota Pariaman masih memegang teguh azas gotong royong dan kerjasama, sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat langsung bahu membahu saling bantu untuk menangani kerusakan akibat bencana tersebut. (efa)






