BERITA UTAMA

Karam Dihantam Obak, 3 Penumpang Longboat Hilang

×

Karam Dihantam Obak, 3 Penumpang Longboat Hilang

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR melakukan pencarian terhadap tiga penumpang longboat karam yang hilang di di perairan Muara Masi, Desa Sagulubbeg, Kecamatan Siberut Daya.

MENTAWAI, METRO–Longboat yang membawa delapan orang teng­gelam usai dihantam ombak besar di perairan Muara Masi, Desa Sagulubbeg, Kecamatan Siberut Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Akibat dari kejadian itu, tiga orang di antaranya dilaporkan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Mentawai, Rudy, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi pada pagi hari tadi.

“Benar, lima orang su­dah ditemukan selamat, sementara tiga lainnya masih hilang. Kejadian ini pagi tadi,” kata Rudy saat dikonfirmasi, Rabu (25/12).

Rudy menjelaskan, insiden itu bermula saat kedelapan orang tersebut hendak kembali dari Tuapeijat menuju kampung mereka di Desa Sagulub­beg. Setibanya di Muara Masi, baling-baling speedboat mereka menghantam karang hingga patah.

Baca Juga  Guru Seni 3 Kali Cabuli Murid Sendiri

“Mereka dari Tuapeijat, hendak kembali ke Muara Masi. Namun, saat menuju muara, baling-baling speed­boat mereka patah karena menghantam ka­rang,” je­las Rudy.

Dikatakan Rudy, begitu baling-baling longboat patah, ombak besar langsung menghantam longboat ter­sebut. Akibat dari itu, kapal langsung terbalik dan teng­gelam.

“Begitu mesin mati akibat baling-baling patah, longboat mereka dihantam ombak hingga karam. Lima orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya masih hilang,” imbuhnya.

Rudy mengungkapkan, Tim SAR telah melakukan pencarian intensif selama kurang lebih tiga jam, dimulai dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.05 WIB di sekitar lokasi kejadian. Namun kondisi cuaca yang kurang bersahabat menyu­litkan proses pencarian.

Baca Juga  Terpeleset Hendak Buang Air Kecil, Jatuh ke Jurang Ngarai Sianok, Gondrong Tewas

“Ketinggian gelombang yang mencapai 2 hingga 3 meter membuat tim SAR mengambil keputusan untuk kembali ke kawasan Pey Pey pada pukul 16.15 WIB. Di area muara tidak tersedia tempat sandar yang aman dan tim tidak bisa memasuki muara karena gelombang yang cukup tinggi,” tukasnya. (rul)