PADANG, METRO – Semen Padang FC memastikan diri melaju ke Final Liga 2 Indonesia dan kembali ke Liga 1 musim depan. Dipastikan setelah menaklukkan Persita Tangerang 3-1 di Stadion GOR H Agus Salim Padang, Rabu (29/11) sore.
Tim yang berjuluk Kabau Sirah ini akan bermain menghadapi PSS Sleman pada partai Final Liga 2 yang akan dihelat di Stadion Pekan Sari, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/12).
Tim kebanggaan masyarakat Sumbar ini mengawali laga dengan defisit satu gol. Sepuluh ribu pendukung Semen Padang FC sempat terdiam setelah Ryan Kurnia mencebloskan bola ke gawang yang di kawal Rendy Oscario pada menit 30.
Namun, asa Semen Padang FC kembali hidup dua menit berselang, setelah Riski Novriansyah mencatatkan namanya di papan skor. Pendukung tuan rumah kembali bersorak pada menit 36 setelah Afriansyah berhasil memanfaatkan umpan silang dari Irsyad Maulana. Skor 2-1 bertahan sampai turun minum.
Mengawali babak kedua, baik Persita ataupun Semen Padang FC terlihat lebih hati-hati. Tensi laga yang tinggi pada babak pertama sedikit menurun.
Gol yang ditunggu-tunggu publik tuan rumah baru didapatkan pada menit ke-60. Berawal dari solo run Abdulrahman Lestaluhu yang memberikan umpan kepada Riski Novriansyah yang diakhiri dengan shooting yang membentur kepada tangan pemain bertahan Persita.
Irsyad Maulana yanh ditunjuk sebagai eksekutor tidak membuang-buang peluang. Kapten kedua Semen Padang FC ini dengan tenang mengecoh penjaga gawang dan membawa unggul Semen Padang FC 3-1. Beberapa peluang kembali tercipta usai gol ini, tapi skor 3-1 bertahan. Semen Padang unggul agregat 3-2 dari tamunya.
Pelatih Kepala Semen Padang FC, Syafrianto Rusli mengatakan, sangat bersyukur dengan kemenangan dan kembali ke Liga 1 Indonesia.
”Alhamdulillah dan terima kasih kepada semua pihak baik dari masyarakat Sumbar dan semua media yang selalu memberikan dukungan. Tanpa dukungan semua ini pasti sangat sulit,” katanya saat konferensi pers usai pertandingan.
Ia mengatakan, satu hal yang terpenting bagi dirinya, yakni anak asuhnya kembali kepada permainan sebenarnya. “Bagaimana mereka bermain, cara pegang bola, umpan dan kepercayaan diri pemain,” sebutnya.
Sebelum permainan dimulai, kata Syafrianto, dirinya sudah sangat percaya diri. Keyakinan tersebut tidak terlepas dari semua pemain yang sangat percaya diri dan yakin. “Inilah yang membawa keyakinan untuk diri saya sendiri. Dan ini harus dibiasakan pada laga-laga selanjutnya,” katanya.
Selain itu, tidak adanya masalah internal antara pemain, pelatih, dan manajemen juga menjadi kunci untuk Semen Padang FC kembali ke Liga 1. Untuk perombakan tim, mantan pelatih PSPS Riau ini mengatakan, akan melihat perkembangan ke depan dari semua pemain.
”Yang jelas pemain sekarang sangat diapresiasi. Pemain sekarang ini kebanyakan diisi oleh pemain muda dan memang dipersiapkan untuk Liga 1 dua tahun ke depan,” ujarnya.
Pemain andalan Semen Padang FC, Irsyad Maulana sangat bersyukur karena tanggung jawab untuk membawa Semen Padang FC kembali ke Liga 1 dibayar tuntas. “Salut dengan pelatih, bagaimana pun guncangan untuk tim. Pelatih terus memberikan dukungan dan memberikan sokongan semangat untuk kami,” katanya.
Sebelum laga, kata Irsyad, dirinya sempat bermasalah dengan lutut. “Tapi pelatih meyakinkan diri saya untuk bisa bermain. Dan Alhamdulillah kepercayaan itu bisa saya bayar,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelatih Kepala Persita Tangerang, Wiganda Saputra, sangat kecewa dengan kekalahan kali ini.
”Anak-anak terlalu panik dalam bermain. Karena kepanikan itu lawan bisa memanfaatkannya. Instruksi dari awal saya itu sidah jelas, agar tidak terburu-buru dalam bermain. Namun, kami akan fokus kepada laga selanjutnya dan mengunci posisi ketiga agar bisa kembali ke Liga 1,” katanya. (heu)






