METRO PESISIR

Jamin Keamanan Pemilu 2024, Polres Pariaman Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota

×

Jamin Keamanan Pemilu 2024, Polres Pariaman Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota

Sebarkan artikel ini
SIMULASI— Aparat Polres Pariaman melakukan simulasi pengamanan Pemilu 2024.

PARIAMAN, METRO–Jajaran Polres Pariaman, kemarin, menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka kesiapan pengamanan pemilu 2024 di kawasan Youth Center Pa­riaman, Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Te­ngah. Kegiatan simulasi tersebut merupakan kola­borasi bersama antara TNI, Polri, Pemkot, KPU dan Bawaslu untuk menciptakan suasana kesiapsiagaan Pemilu 2024.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Pj Wali Kota Pariaman, Roberia, Kapolres Pariaman, AKBP Abdul Azis, Sekdako Pariaman, Yota Balad, perwakilan Dandim 0308 Pariaman, dan Kepala Lapas Kelas II B Pariaman, Efendi.

Pj Wali Kota Pariaman, Roberia menekankan, pen­tingnya simulasi ini sebagai bukti komitmen ne­gara dalam menjamin ke­amanan Pemilu 2024, khu­susnya di Kota Pariaman. “Apa yang kita simulasikan hari ini adalah situasi ril yang ada di lapangan, simulasi ini sebagai upaya antisipasi dalam mencegah kemungkinan masalah yang terjadi pada saat Pemilu nanti,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Padang Pariaman Komit Wujudkan dan Sukseskan Pelaksanaan IPL

Roberia menyampaikan apresiasi kepada ga­bungan TNI, Polri, Pemko, KPU dan Bawaslu atas ter­selenggaranya simulasi Sispamkota ini. Terima kasih untuk totalitas menghayati tugas dan perannya masing-masing dalam persiapan pengamanan Pemilu 2024 mendatang.

Kapolres Pariaman, AKBP Abdul Azis menjelaskan, simulasi Sispamkota dilakukan dengan tujuan mempersiapkan personel dalam menghadapi ber­bagai kemungkinan yang dapat terjadi saat pengamanan Pemilihan Umum 2024.

“Simulasi ini menjadi gambaran apa saja kemungkinan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu 2024, sampai dengan situasi yang terburuk pun kami persiapkan dan antisipasi. Sejauh ini Kota Pariaman dalam kondisi aman dan kondusif, tapi kita tetap harus mempersiapkan diri dengan segala kemungkinannya,” jelasnya.

Baca Juga  Wujudkan Padangpariaman Berjaya, Bupati Suhatri Bur Letakan Batu Pertama Ponpes

Dari perspektif kam­tibmas, peningkatan intensitas kegiatan politik ini da­pat menciptakan potensi kerawanan, yang dapat mengganggu persatuan dan memicu pe­nyebaran hoaks serta ujaran kebencian yang berpotensi me­nimbulkan konflik sosial.

“Pemilu tahun 2024 me­miliki kompleksitas dan karakteristik unik, karena untuk pertama kalinya, pemilu dan pemilihan kepala daerah diadakan serentak pada tahun yang sa­ma,” tutur Abdul Azis. (efa)