PADANG, METRO–Warga Koto Tuo, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, digemparkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang terbenam di aliran Sungai Lubuk Minturun, Jumat pagi (22/13). Sontak saja, warga beramai-ramai datang ke lokasi hingga video penemuan mayat itupun viral di media sosial.
Tak lama berselang, personel Polsek Koto Tangah bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Padang juga datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, mayat laki-laki itu dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk dilakukan visum.
Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Yanti Delfina mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, mayat yang ditemukan tersebut bernama Melki Febrimadani (32), beralamat sesuai KTP, di Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar.
“Mayat korban ditemukan terbenam di aliran sungai yang dangkal. Hasil identitifikasi, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. Selain itu, pakaian korban masih lengkap. Namun penyebab korban meninggal masih diselidiki,” kata Ipda Yanti.
Dijelaskan Ipda Yanti, penemuan mayat itu berawal ketika saksi atas nama Dasman Samik yang bekerja sebagai buruh pencari pasir turun ke sungai, dan menemukan sesuatu yang dicurigai adalah tubuh manusia. Setelah dicek, ternyata benar ada mayat manusia.
“Saksi langsung berteriak untuk memberitahukan kepada warga sekitar, dan dilaporkan ke Ketua RW setempat. Selanjutnya ketua RW melaporkan ke Babinkamtibmas Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Aiptu Joni Putra. Atas perintah dari Kapolsek Koto Tangah, personil mendatangi lokasi untuk membantu mengevakuasi korban,” ungkapnya.
Ipda Yanti bilang, ketika dilakukan proses evakuasi, datang seorang laki-laki bernama Ridwan yang mengaku adik korban sambil menangis ke TKP. Dia mengaku, korban semalaman tidak pulang ke rumah dan menyebut korban mengalami depresi, serta memiliki suatu penyakit.
“Menurut keterangan Ridwan, dia mengetahui adanya penemuan mayat kakaknya tersebut berdasarkan berita di media sosial dan langsung mendatangi TKP. Ternyata benar mayat tersebut adalah kakak kandungnya yang hilang sejak malam. Sedangkan korban tinggal di indekos Tabing Padang bersama saksi panggilan si Met,” kata Ipda Yanti.
Ditambahkan Ipda Yanti, mayat tersebut selanjutnya di evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Sesampai di RS Bhayangkara, mayat ditempatkan di ruang Jenazah. Sementara pihak keluarga meminta untuk tidak dilakukan autopsi.
“Keluarga korban menerima dengan ikhlas atas kematian korban, dan menyatakan dengan surat pernyataan penolakan dilakukan visum dalam dan mayat direncanakan akan dikebumikan di kampung halaman di Batusangkar,” ucapnya. (brm)






