BERITA UTAMA

Hilang Kontak saat Melaut, Satu Nelayan Tewas, 2 Selamat

×

Hilang Kontak saat Melaut, Satu Nelayan Tewas, 2 Selamat

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Timn SAR gabungan bersama warga mengevakuasi jenazah nelayan yang ditemukan meninggal usai hilang kontak saat melaut di perairan Pulau Niau, Kecamatan Siberut Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

MENTAWAI, METRO–Tragis. Kapal jenis longboat yang ditumpangi tiga nelayan mengalami kece­lakaan hingga dilaporkan hilang di perai­ran Pulau Niau, Kecamatan Siberut Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ketiga nelayan yang menumpangi longboat di­ke­tahui bernama Simon Lajira (51), Rikus Lajira (30), dan Beilek Sa­lak­kau (52). Me­reka berang­kat menggu­nakan longboat un­tuk men­jaring ikan, namun tak kun­jung kembali.

Tim SAR gabungan yang mendapatkan laporan adanya insiden itu, langsung bergerak melakukan pen­carian menggunakan ka­pal. Alhasil, pada hari ke­dua, ketiga korban berhasil ditemukan.

Sayangnya, korban Si­mon Lajira saat ditemukan Tim SAR kondisinya sudah meninggal dunia. Sedang­kan dua rekannya Rikus Lajira dan Beilek Salakkau, kondisinya selamat.

Kepala Kantor Pen­ca­rian dan Pertolongan (Ba­sarnas) Mentawai, Rudi mengatakan, kapal yang ditumpangi ketiga nelayan, sebelumnya berangkat un­tuk menjaring ikan pada Kamis pagi (2/10). Berda­sarkan laporan yang dite­rima, ketiga nelayan itu biasanya kembali ke lokasi untuk mengangkat jaring keesokan harinya.

“Namun hingga Jumat (3/10) pukul 17.00 WIB, kapal tidak kunjung kem­bali. Warga dan keluarga sudah berusaha menghu­bungi ketiga nelayan itu, tapi hilang kontak. Warga pun sudah beru­saha men­cari dengan pera­hu, tapi hasilnya nihil. Pe­ristiwa tersebut kemudian dila­porkan kepada Kantor SAR Mentawai,” kata Rudi, Ming­gu (5/10).

Baca Juga  Sumbar Ditetapkan Zona Merah Wabah PMK, 9 Ribu lebih Hewan Ternak Terpapar, Pemprov Bentuk Satgas Penanggulangan

Menindaklanjuti lapo­ran tersebut, ungkap Rudi, Tim Rescue Kansar Menta­wai diberangkatkan pada Jumat malam mengguna­kan RIB 02 Mentawai de­ngan estimasi waktu tem­puh sekitar 3 jam 30 menit menuju lokasi kejadian. Untuk memperluas jang­kauan pencarian, Kantor SAR Mentawai juga me­nurunkan Kapal Negara (KN) SAR Ramawijaya.

“Korban berhasil dite­mukan pada pencarian hari kedua. Dalam operasi pen­carian yang berlangsung dua hari, dua orang ber­hasil ditemukan dalam ke­a­daan selamat dan satu orang meninggal dunia,” jelas Rudi.

Rudi menuturkan, awal­nya, sejak pagi tim SAR gabungan yang menggu­nakan RIB 02 Mentawai tiba di lokasi kejadian (LKP) dan langsung melakukan penyisiran di sekitar pe­rairan Pulau Niau. Sekitar pukul 08.35 WIB, tim meli­hat tanda-tanda kebera­daan korban di sekitar karang di tepi pantai.

Baca Juga  Tukang Dapur Curi Rp22,9 Juta Uang Pesantren

“Namun, karena kon­disi medan yang tidak me­mung­kinkan, tim laut tidak dapat mendekat dan me­mutuskan mengirim SRU darat melalui Dermaga Taile­leu. Sekitar pukul 11.30 WIB, tim darat berhasil menemukan ketiga korban di titik koordinat 1°47’49.56″S – 99°4’47.70″E, berjarak se­kitar satu mil laut dari lokasi perkiraan awal,” ungkap Rudi.

Rudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dalam operasi pencarian dan per­to­longan ini, baik dari ins­tansi pemerintah, aparat keamanan, maupun ma­syarakat yang turut mem­bantu di lapangan.

“Kerja sama dan ko­ordinasi yang baik antara semua unsur menjadi kunci keberhasilan operasi SAR ini. Kami turut berduka cita atas korban yang me­ning­gal dunia dan bersyukur dua korban lainnya ber­hasil diselamatkan. De­ngan ber­akhirnya kegiatan ini, selu­ruh unsur SAR dikem­bali­kan ke kesatuan masing-masing, dan ope­rasi resmi dinyatakan sele­sai serta ditutup,” tukas­nya. (rul)