MENTAWAI, METRO—Masyarakat Dusun Jati Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dihebohkan dengan penemuan seekor lumba-lumba yang terdampar di bibir Pantai Jati, Jumat pagi (8/5).
Sontak saja, peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat kondisi mamalia laut yang memiliki panjang 1,4 meter dan berat perkirakan mencapai 300 Kg tersebut.
Proses evakuasi pun sempat terkendala karena kondisi hujan lebat dan badai. Setelah sedikit reda, warga bersama-sama melakukan evakuasi sederhana dengan mengarahkan tubuh lumba-lumba kembali ke perairan yang lebih dalam hingga akhirnya satwa tersebut berhasil berenang menjauh dari bibir pantai.
“Kejadiannya tadi pagi pukul 07.00 WIB saat angin kencang dan hujan. Mamalia laut yang dilindungi itu ditemukan dalam kondisi lemah di area wisata dan selanjutnya kami lepas ke laut,” ujar Danton (65), nelayan setempat.
Diduga Tersesat Akibat Cuaca Buruk
Penemuan lumba-lumba terdampar ini terjadi sehari setelah wilayah Mentawai diguyur hujan deras disertai angin kencang. Diduga kuat, cuaca ekstrem dan arus kuat menyebabkan mamalia cerdas itu tersesat hingga terbawa ke perairan dangkal Pantai Jati.
Salah satu warga Dusun Jati mengatakan megat tidak mengetahui jenis lumba-lumba tersebut, namun ukurannya relatif besar. “Kami telah menghubungi pihak BKSDA Polair, atau pemerintah desa terdekat. Mereka sedang menuju ke lokasi penemuan satu lumba-lumba yang terdampar di pantai daerah ini,” kata dia.
Jika masih bisa diselamatkan, lumba-lumba harus segera dilepasliarkan kembali ke laut dalam. Jika mati, bangkainya harus ditangani sesuai prosedur agar tidak menimbulkan penyakit dan pencemaran di area wisata. (rul)






