BERITA UTAMA

GOR H Agus Salim Ditutup Total 15 Juni, Pedagang Kafe, Pujasera dan Sekretariat Cabor Direlokasi

×

GOR H Agus Salim Ditutup Total 15 Juni, Pedagang Kafe, Pujasera dan Sekretariat Cabor Direlokasi

Sebarkan artikel ini
REKONSTRUKSI TOTAL GOR— Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur, melakukan rakor membhas kesiapan Rekonstruksi Total Kawasan GOR H. Agus Salim.

A YANI, METRO –Kawasan olahraga legendaris Gelanggang Olahraga (GOR) H. Agus Salim Padang bersiap melakukan transformasi besar-besaran menjadi kompleks olahraga modern berstandar internasional yang terintegrasi dengan ruang publik, pusat rekreasi, dan kawasan ekonomi.

Rencana besar tersebut dibahas secara matang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Rekonstruksi Total Kawasan GOR H. Agus Salim yang berlangsung di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang pada Kamis (4/6/2026).

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur beserta jajaran, Sekda Kota Padang Raju Minropa, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari, serta sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkup Pemko Padang.

“Pemko Padang mendukung penuh dan siap berkolaborasi menyukseskan rekonstruksi total kawasan GOR H. Agus Salim. Kehadiran proyek ini merupakan kehormatan bagi Kota Padang dan kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan optimal,” ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran, di sela-sela rapat koordinasi.

Fadly menambahkan bahwa proyek ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif bagi daerah. “Kita berharap rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim mampu menghadirkan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan tertata. Sekaligus mendorong perkembangan olahraga, pertumbuhan ekonomi ma­syarakat, serta peningkatan daya tarik pariwisata Kota Padang dan Sumatera Barat,” tuturnya.

Baca Juga  Perumda AM Kota Padang Sebar 85 Ekor Hewan Kurban

Di sisi lain, anggaran fantastis untuk mendanai mega proyek ini diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi. “Pro­yek rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim dibiayai Kementerian PU dengan nilai anggaran mencapai Rp340 miliar dan dilaksanakan secara multiyears selama 18 bulan,” papar Medi.

Pembongkaran total ini terpaksa dilakukan karena struktur bangunan lama dinilai sudah usang, seperti yang dijelaskan Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur. “Hasil review tim Kementerian PU menyatakan kondisi Stadion H. Agus Salim sudah tidak memungkinkan untuk direnovasi sehingga harus dilakukan pembong­karan total,” kata Mahdianur.

Ia juga membeberkan linimasa proyek yang akan segera berjalan dalam waktu dekat.

Pengumuman peme­nang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan, dengan perusahaan BUMN diproyeksikan menggarap pembangunan stadion berstandar AFC berkapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton. Pengosongan dan penutupan total kawasan GOR H. Agus Salim dijadwalkan mulai 15 Juni 2026 guna mendukung kelancaran pembangunan.

Pedagang kafe dan pujasera akan direlokasi sementara ke kawasan Panjat Tebing, sementara sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait dipusatkan di Gedung KNPI Sumbar,” pungkas Mahdianur detail.

Baca Juga  Lelaki Pembawa Sajam saat Demo di Depan Kejari Pessel Ditetapkan jadi Tersangka

Proyek raksasa yang didukung penuh oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini akan me­nyulap lahan seluas 7,8 hektare menjadi tiga ring utama. Ring satu akan mencakup stadion megah berstandar AFC. Ring dua akan diisi oleh ruang terbuka hijau, jogging track, serta ruang publik olahraga. Sedangkan ring tiga bakal dikembangkan sebagai kawasan sport tourism yang dilengkapi dengan pusat kuliner, gedung parkir terpadu, hingga sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumbar.

Guna menjamin kelancaran tahapan proyek menjelang penutupan total pada pertengahan Juni ini, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang siap mengawal proses relokasi. Pihaknya akan menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM serta Satpol PP Kota Padang untuk mendampingi para pedagang agar pemindahan ke lokasi sementara di kawasan Panjat Tebing berjalan dengan tertib, aman, dan terukur.

Selain memastikan standarisasi fasilitas di tempat penampungan sementara, Pemko Padang juga memberikan garansi kepastian penempatan kembali bagi seluruh pedagang yang terdaftar di area usaha baru yang jauh lebih representatif setelah seluruh pembangunan rampung. (oza)