BERITA UTAMA

Gagal Nyuri Motor, Remaja Semaput Dihajar

×

Gagal Nyuri Motor, Remaja Semaput Dihajar

Sebarkan artikel ini

ilustrasi
BUKITTINGGI, METRO–Seorang remaja masih berusia 16 tahun babak belur dihajar massa, saat kepergok membawa motor milik warga di Belakang Lapangan Atas Ngarai, Kota Bukittinggi, Kamis (31/3) pukul 03.00 dinihari WIB. Remaja berbadan kurus ini tidak bisa membela diri, karena ditangannya ditemukan kunci T yang digunakan untuk nyuri motor.
Wajah Diki (16), warga Lubukbasung, Kabupaten bonyok. Pipinya memar-memar. Begitu pula kakinya yang nampak lecet-lecet. Melihat remaja tanggung ini tidak berkutik dan meminta ampun, warga kampung akhirnya mengamankan pelaku ke Mapolsek Bukittinggi.
Di hadapan penyidik, Diki mengakui jika sudah mencuri motor milik Fajar Dwi Harsono (29). Remaja ini tidak menduga jika aksinya bakal kepergok warga.
Awalnya, semua berjalan sempurna. Selayaknya pencuri profesional, Diki mengintai sepeda motor korban yang diletakkan di teras rumah. Aman, pelaku kemudian membawa motor korban. Setelah mendorong beberapa meter, remaja yang bermukim di Lubukbasung ini lantas menyalakannya sepeda motor dengan kunci T.
Namun, aksi pelaku tak berjalan mulus. Sebab, saat itulah kunci T jatuh. Suara keras itu membuat sejumlah pemuda di RW 01, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang yang tengah berkumpul di pos ronda curiga. Sementara pelaku mulai panik karena motor tak juga hidup.
”Ketika pemuda setempat sedang gitar-gitar sebanyak enam orang di gerbang lapangan, tiba-tiba mendengar suara besi jatuh. Curiga dengan suara itu, semua warga bepencar untuk mengontrol keadaan sekeliling,” ungkap Kapolsek Bukittinggi AKP Zahari Almi.
Tiba-tiba, salah seorang pemuda Galih Ichsan (22), melihat seseorang sedang naik sepeda motor di depan rumah Fajar dan setelah dilihat, bukan warga setempat. Melihat hal itu, Fajar langsung mendekati dan melihat pada tangan kanan tersangka sedang memegang kunci ring 8 untuk memutar besi yang sudah ditipiskan sebagai kunci T.
Tanpa pikir panjang, Galih langsung menarik tersangka dan mengadiahi bogem mentah. Warga sekitar yang melihat hal itu tidak tinggal diam dan tersangka menjadi bulan-bulanan massa. Bahkan warga yang sudah emosi nyaris membuang tersangka ke dalam Ngarai Sianok, untung masih ada warga yang melarang.
”Setelah tersangka babak-belur, kami langsung langsung menelepon Opsnal Polsek Bukittinggi. Tak lama kemudian polisi tiba di lokasi. Polisi membawa barang bukti sepeda motor Honda Beat BA 4237QK,” ungkap Galih, saat memberi kesaksian.
Sementara Kapolsek AKP Zahari Almi mengapresiasi, kerjasama dari warga yang bisa menangkap seorang pencuri. Apalagi, selama ini kasus pencurian sepeda motor warga sering hilang di malam hari.
”Warga mengaku, setiap hari selalu dilakukan ronda, karena marak-maraknya pencurian. Setiap malam, sepeda motor di perumahan belakang Lapangan Atas Ngarai Bukittinggi memang biasa diletakkan di teras rumah. Selain itu, juga untuk pancingan maling sepeda motor,” ulas Kapolsek.
”Sebagai wujud terima kasih dan motivasi warga, kami memang memberikan reward. Sementara tersangka masih diamankan di Mapolsek. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (wan)

Baca Juga  Tingkatkan Keselamatan Transportasi Publik, Jasa Raharja Manfaatkan Manifest untuk Percepat Layanan