BERITA UTAMA

Erupsi, Gunung Marapi Muntahkan Abu Setinggi 1.600 Meter, Warga Disarankan Menyiapkan Masker

×

Erupsi, Gunung Marapi Muntahkan Abu Setinggi 1.600 Meter, Warga Disarankan Menyiapkan Masker

Sebarkan artikel ini
ERUPSI— Kondisi Gunung Marapi yang erupsi pada Senin (9/3) pukul 08.46 WIB.

AGAM, METROGunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.

Pada Senin (9/3) pukul 08.46 WIB, gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan kolom abu yang menjulang tinggi hingga ribuan meter di atas puncaknya.

Informasi tersebut disampaikan oleh petugas pemantau Pusat Vulkano­logi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Rifandi, yang mengonfirmasi bahwa letusan terjadi pada pukul 08.46 WIB.

“Berdasarkan hasil pe­nga­matan visual, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.

Ahmad Rifandi menjelaskan, dari pengamatan visual maupun instrumental, abu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Marapi tampak berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup tebal. Kondisi tersebut menandakan aktivitas erupsi yang terjadi cukup signifikan pada pagi hari.

Baca Juga  Rem Blong, Truk Bermuatan Elektronik Rebah Kuda

“”Untuk sebaran abu vulkanik terpantau condong bergerak ke arah timur. Dari data Seismogram erupsi terekam menunjukkan ada­nya getaran yang terekam selama erupsi berlangsung. Berdasarkan data, aktivitas letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi gempa erupsi sekitar 33 detik,” jelasnya.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Marapi masih bertahan di Status Level II (Waspada). Me­nang­gapi situasi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mi­tiga­si Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Marapi.

Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek. Area tersebut merupakan zona yang dianggap paling berpotensi terdampak langsung oleh aktivitas vulkanik.

Selain itu, warga yang tinggal di wilayah lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir lahar dingin.

Baca Juga  Penasbihan Domestic Trebel

Risiko tersebut dapat meningkat apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak gunung.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu vulkanik. Warga disarankan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain kepada masyarakat, PVMBG juga meminta pemerintah daerah di wilayah sekitar Gunung Marapi untuk terus memperkuat koordinasi dengan petugas pemantau gunung api.

Empat daerah yang diminta untuk meningkatkan koordinasi tersebut yakni Kota Bukittinggi, Kota Pa­dang Panjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam. Seluruh wilayah ter­sebut berada di kawasan yang berdekatan dengan Gunung Marapi dan berpotensi terdampak aktivitas vulkanik. (*)