BERITA UTAMA

Empat Hari Hilang, Mayat Duwahap Tersangkut di Ranting

×

Empat Hari Hilang, Mayat Duwahap Tersangkut di Ranting

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, METRO
Duwahap (64), warga Malindai Kampung Anau, Jorong Pasar Ladang Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigonagari, Kabupaten Pasaman yang sebelumnya dikabarkan hilang selama empat hari lalu, ditemukan tewas tersangkut di ranting pohon di aliran sungai Batang Timah, Labuah Lurus, Jorong Kampuang Tabek, Nagari Malampah. Selasa (3/3) sekitar pukul 11.50 WIB.

Saat ditemukan tersangkut di ranting, Tubuh korban dalam kondisi tertelungkup. Bahkan sudah membengkak dan mulai mengeluarkan aroma busuk karena lama terendam di dalam air.

Sabtu (25/2) lalu, Duwahap dikabarkan hilang di sebuah perkebunan warga, dekat pinggiran sungai tepatnya di kampung Labuah Lurus, Jorong Kampuang Tabek, Nagari Malampah Kecamatan Tigo Nagari Pasaman.

Baca Juga  Kabar Duka, Ibunda Wakil Gubernur Sumbar Berpulang

Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Pos Basarnas Pasaman, Zulfahmi. Katanya, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tersangkut di di sungai. Sebelumnya, korban diduga terpeleset dan akhirnya terbawa arus sungai.

“Sejak Sabtu dinyatakan hilang, warga sudah mulai mencari. Kita baru mendapat laporan warga pada Senin (2/3). Kita langsung melakukan pencarian. Pukul 11.50 WIB korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Zulfahmi.

Dilanjutkan Zulfahmi, awal pihaknya mendapat informasi korban hilang, pelacakan terhadap signal handphone korban sempat dilakukan untuk mengetahui posisi korban hilang.

Baca Juga  IRT Tewas Gantung Diri di Kusen Pintu Kamar

“Kita juga melakukan pelacakan signal dari BTS Batang Timah. Hasilnya, signal HP korban berada disekitar sungai Batang Timah,” katanya.

Setelah korban ditemukan, Basarnas langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban dari tempat kejadian peristiwa (TKP) untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Ladang Panjang. Tapi sebelumnya, jasad korban sempat divisum terlebih dahalu.

“Jasad korban sempat dibawa ke Puskesmas guna kepentingan visum demi memastikan penyebab kematian korban. Sebelum diantar ke rumah duka untuk disemayamkan,” katanya. (cr6)