SOLOK, 15 September 2026 – Ketika kekeringan mulai menjadi tantangan bagi ketersediaan air di lahan pertanian, dukungan energi menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipastikan. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok memperkuat koordinasi dengan balai pertanian se-Sumatera Barat untuk mendukung elektrifikasi pompanisasi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Koordinasi tersebut berlangsung pada 10 September 2026 di Kantor Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Sumatera Barat, Sukarami Arosuka. Pertemuan membahas penguatan ketahanan pangan nasional serta penanganan darurat kekeringan melalui elektrifikasi pompanisasi, dengan memperkuat kolaborasi antara PLN dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dan dihadiri Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat Muhammad Arif Fikri, Kepala Balai Besar/Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat BRMP Kementerian Pertanian RI Dr. Salwati, SP., M.Si, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika/BPSIP Buah Tropika Sukarami Adha Fatmah Siregar, M.Si., M.Sc., Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Solok Dito Nusa Putra, serta Manager ULP Kayu Aro Reza Riadi.
Elektrifikasi pompanisasi menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk menjawab kebutuhan pengairan lahan pertanian saat menghadapi kekeringan. Dukungan pasokan listrik yang andal untuk pengoperasian pompa air diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air sehingga aktivitas pertanian dan produktivitas lahan tetap dapat berjalan.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan dukungan kelistrikan untuk sektor pertanian merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat energi listrik yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
“PLN terus memastikan kesiapan kelistrikan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Pada sektor pertanian, dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan aktivitas pertanian, khususnya saat menghadapi kondisi kekeringan,” ujar Ririn.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UP3 Solok memaparkan kesiapan dalam mendukung program elektrifikasi pompanisasi. Dukungan ini diarahkan untuk menyediakan pasokan listrik yang dibutuhkan dalam pengoperasian pompa air pertanian, sekaligus memastikan kebutuhan kelistrikan dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.
Kolaborasi dengan BRMP Kementerian Pertanian RI dan BPSIP Buah Tropika Sukarami juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat identifikasi lokasi prioritas, kebutuhan kelistrikan, serta pendampingan kepada kelompok tani penerima manfaat di wilayah Sumatera Barat.
PLN bersama pemangku kepentingan sektor pertanian terus membangun komunikasi mengenai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Informasi tersebut menjadi bagian dari proses untuk mengarahkan dukungan kelistrikan secara lebih tepat sesuai kebutuhan program pompanisasi.
Ririn menambahkan, kerja sama lintas sektor diperlukan agar dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.
“Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan balai-balai pertanian menjadi penting untuk memastikan dukungan PLN tepat sasaran. Kami ingin kelistrikan yang tersedia dapat menunjang kebutuhan pompanisasi dan membantu petani mempertahankan produktivitas pertaniannya,” kata Ririn.
Dukungan terhadap pompanisasi memiliki kaitan langsung dengan aktivitas petani, terutama dalam menjaga pengairan lahan ketika ketersediaan air mengalami keterbatasan. Penggunaan listrik untuk mengoperasikan pompa air dapat membantu mendukung kebutuhan pengairan sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian.
Sinergi yang dibangun PLN bersama balai pertanian se-Sumatera Barat diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan elektrifikasi pompanisasi secara efektif dan berkelanjutan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan energi untuk sektor pertanian dapat direspons dengan dukungan kelistrikan yang sesuai.
Keandalan pengairan turut menentukan keberlangsungan aktivitas petani dan produktivitas lahan. Kelistrikan yang mendukung pompanisasi pun diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan kegiatan pertanian, menjaga produksi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Barat.(*)






