BERITA UTAMA

Dua Kali Dihoyak Gempa, Warga Agam-Bukittinggi Panik Berhaburan Keluar Rumah

×

Dua Kali Dihoyak Gempa, Warga Agam-Bukittinggi Panik Berhaburan Keluar Rumah

Sebarkan artikel ini
BERHAMBURAN— Sejumlah warga di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi panik berhamburan keluar rumah setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (28/12) sekitar pukul 09.11 WIB.

BUKITTINGGI, METRO Sejumlah warga di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi panik berhamburan keluar rumah setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah ter­se­but pada Minggu (28/12) sekitar pukul 09.11 WIB.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat sehingga membuat warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah memilih menyelamatkan diri ke luar bangunan.

“Kami sekeluarga langsung panik dan keluar rumah saat gempa terjadi. Ternyata tetangga juga banyak yang berhamburan keluar,” ujar Sherly Mar­selina, salah seorang warga Agam.

Sherly mengaku mera­sa­kan dua kali getaran gempa saat dirinya bersama keluarga sedang berkumpul di rumah sambil menonton televisi. Pada getaran pertama, ia dan keluarganya masih bertahan di dalam rumah.

Baca Juga  Kesimpulan Hasil Penyelidikan Polda Sumbar, Bukan Disiksa, Afif Maulana Tewas karena Melompat ke Sungai, Kapolda: Korban Patah Tulang Iga yang Merobek Paru-paru

Namun tak berselang lama, gempa susulan kem­bali terasa dengan kekuatan yang lebih besar dari getaran sebelumnya.

“Gempa kedua terasa lebih kuat, kami langsung keluar rumah karena khawatir bangunan ambruk,” katanya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klima­to­logi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama tercatat bermagnitudo 4,6 dengan pusat gempa berada di koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,10 Bujur Timur, atau sekitar 18 kilometer timur laut Agam, Sumatera Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

Empat menit kemudian, te­patnya pada pukul 09.15.46­ WIB, gempa susulan kembali terjadi dengan kekuatan magnitudo 4,7 di wilayah yang sama.

Baca Juga  Beraksi dari Lapas, Sindikat Penipuan Jual Mobil Ditangkap, Modusnya Ngaku Pejabat Polri hingga Kejaksaan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun kor­ban akibat gempa ter­se­but.

“Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan rumah atau bangunan. Namun kami tetap melakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD Agam telah berkoordinasi dengan pemerintah nagari untuk memastikan kondisi terkini di wilayah terdampak.

“Kami masih melakukan pendataan ke nagari-nagari untuk memastikan tidak ada dampak kerusakan akibat gempa,” tutup Abdul Ghafur. (pry)