AGAM/BUKITTINGGI

Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Agam Dapat Bantuan Program Rehabilitasi Sawah 311 Hektare

×

Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Agam Dapat Bantuan Program Rehabilitasi Sawah 311 Hektare

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu.

AGAM, METRO–Kabupaten Agam mem­peroleh dukungan program rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana seluas 311 hektare dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada ta­hun 2026.

Program ini menjadi lang­kah strategis untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian agar dapat kembali diolah dan ditanami, sekaligus men­jaga stabilitas ekonomi ma­sya­rakat serta memper­kuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu, menyebutkan bahwa bantuan rehabilitasi tersebut sangat berarti bagi pemulihan ekonomi warga yang terdampak bencana. Ia menjelaskan, pengerjaan rehabilitasi dilakukan secara swakelola oleh 29 kelompok tani yang tersebar di 16 kecamatan.

“Program rehabilitasi dari Ke­menterian Pertanian Repu­blik Indonesia sangat mem­­bantu sekali dalam pe­mu­lihan eko­nomi masya­ra­kat yang ter­dampak bencana ini,” ujarnya.

Baca Juga  Agar Selamat Diperjalanan, Dishub Imbau Pengendara untuk Cek Rutin Kendaraan

Menurut Arief, pelaksanaan program telah melalui sejumlah tahapan administrasi, mulai dari pendataan hingga verifikasi lahan terdampak. Setelah proses verifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL), kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana teknis hingga pen­cairan bantuan kepada ke­lom­pok tani.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan tambahan program re­habilitasi untuk lahan sa­wah seluas 94 hektare.

“Kita juga sudah mengajukan usulan untuk penambahan rehabilitasi sawah seluas 94 hektare,” katanya.

Selain rehabilitasi, Dinas Pertanian Agam turut menjalankan program optimalisasi lahan sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Program ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur pertanian, seperti irigasi perpompa­an, irigasi tersier, dam parit, dan sarana pendukung lainnya.

Baca Juga  Pengurus DPC Nasdem di Tiga Kecamatan Dilantik

Optimalisasi tersebut men­cakup lahan sawah seluas sekitar 294 hektare dan dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan 20 kelompok tani. Arief optimistis, kombinasi program rehabilitasi dan optimalisasi lahan ini akan mampu mengembalikan produktivitas pertanian secara maksimal.

“Ini merupakan komitmen dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam untuk segera menyelesaikan seluruh proses perbaikan dan pemulihan lahan sawah yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya menjaga ekonomi ma­sya­rakat dan memantapkan ketahanan pangan,” tutupnya. (pry)