LIMAPULUH KOTA, METRO — Nasib nahas dialami seorang remaja putri yang berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tercatat sebagai warga Jalan Panglima Polim, Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.
Pasalnya, korban bernama Afifah (18) ditemukan dengan kondisi tak bernyawa di kebun jagung milik warga di Jorong Talaweh, Nagari Labuah Gunung, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (24/3) sekitar pukul 20.00 WIB.
Penemuan mayat korban ini sontak saja mengundang kerumunan warga yang langsung berdatangan ke lokasi. Jenazah korban kemudian dievakuasi Polisi dibantu warga setempat ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Diduga, korban tewas akibat kesetrum pagar kebun yang dialiri listrik.
Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo melalui Kapolsek Luhak, Iptu Isral saat dihubungi membenarkan adanya peristiwa itu. Seteah mendapat laporan adanya penemuan mayat, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban.
“Saat ini Reskrim masih melakukan pemeriksaan, kejadian di kawasan Talaweh. Informasi awal, korban tewas akibat tersengat listrik. Tapi bagaimana kronologis pastinya belum diketahui dengan jelas,” ungkap Iptu Isral, Rabu (25/3).
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Payakumbuh, Iptu Andrio Surya Putra Siregar mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui bertemu dengan temannya berinisial N di kebun jagung. Sedangkan di lokasi, terdapat pagar yang dialiri listrik.
“Korban diduga tak sengaja memegang pagar yang dialiri listrik hingga korban kesetrum. Teman korban N yang panik melihat kondisi itu, langsung berlari mencari pertolongan kepada masyarakat setempat,” ungkap Iptu Andrio.
Iptu Andrio menambahkan, setelah temannya kembali bersama warga, ternyata korban sudah tergeletak di lokasi. Warga kemudian mengecek kondisi korban yang diduga sudah meninggal dunia.
“Setelah kejadian, warga melaporkannya kepada kami. Tim dari Satreskrim Polres Payakumbuh langsung dikerahkan lokasi untuk melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke rumah sakit,”tutur dia.
Saat ini, kata Iptu Andrio, pihanya masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari saksi-saksi termasuk teman korban yang bersama korban saat kejadian.
“Kita juga akan memintai keterangan pemilik kebun untuk memastikan penyebab pasti korban meninggal akibat kesetrum pagar yang dialiri listik atau tidak,” tutupnya. (uus)






