BERITA UTAMA

Demi Mewujudkan Tranformasi Layanan Kesehatan Masyarakat, Dirut M Djamil Bakal Dirikan Yayasan Djamil Peduli Kasih

×

Demi Mewujudkan Tranformasi Layanan Kesehatan Masyarakat, Dirut M Djamil Bakal Dirikan Yayasan Djamil Peduli Kasih

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN CENDERAMATA— Dirut RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas, SpOG KFM MARS didampingi jajaran direksi saat menyerahkan cenderamata kepada GM POSMETRO PADANG Firdaus Abie didampingi Pemred POSMETRO PADANG Reviandi, Manajer Iklan Swari Arfan dan Manajer Pemasaran Amril Amras, di Kantor Perwakilan POSMETRO Jalan Raden Saleh No18, Rabu (2/8).

PADANG, METRO–Nampaknya apa yang dite­rap­kannya transformasi kese­hatan oleh Kementerian Ke­sehatan (Kemenkes) RI, mem­buat fasilitas kesehatan seperti rumah sakit (RS) harus berpacu untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi ma­syarakat, khususnya pasien.

Adanya penerapan ini ter­nyata membuat jajaran Direksi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil yang diko­mandoi langsung Dirut Dr dr Dovy Djanas, SpOG KFM MARS membuat beberapa terobosan baru demi memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas. Sa­lahsatunya adalah akan melaunching Yayasan Dja­mil Peduli Kasih.

Khusus untuk masya­rakat Sumbar, umumnya masyarakat di luar Sumbar yang butuh pelayanan apik dari RSUP Dr M Djamil.

Dirut Dr dr Dovy Dja­nas, SpOG KFM MARS ber­serta jajarannya bertekad dalam waktu dekat bakal mendirikan Yayasan Djamil Peduli Kasih. Yasayan ini nantnya  berguna untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien, baik pasien yang masuk dalam BPJS atau tidak, tanpa ada dis­kri­minasi.

“Kami bertekad sece­patnya akan mendirikan dan melaunching Yayasan Djamil Peduli Kasih. Ke­beradaan ini juga termasuk salahsatu  bentuk trans­formasi kesehatan seperti apa yang diharapkan  men­teri kesehatan (Men­kes),” ujar Dovy Djanas, didampingi PPID RSUP Dr M Djamil Padang Dr Gus­tafianov, MSi, Sub Koor­dinator Hukormas Rah­diyul Ermanto, SKep, MH dan beberapa orang staf­nya saat silaturahmi ke Kantor Perwakilan Redaksi POSMETRO di Raden Saleh No.28 Padang, Rabu (2/8).

Dijelaskan Dovy Djanas bahwa transformasi ke­se­hatan merupakan salah satu bentuk hadirnya Ne­gara yang memiliki kewaji­ban untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan yang terdapat di dalam Undang-Undang (UU).

“Transformasi kese­ha­tan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Men­kes) membuat jajaran direk­si RSUP Dr M Djamil terpacu bagaimana laya­nan ke­sehatan bisa dibe­rikan se­cara maksimal ke­pada ma­syarakat,” paparnya.

Dijelaskan, dalam trans­­formasi kesehatan ada enam pilar yang harus dite­rapkan dan direa­lisa­sikan dalam pelayan kese­hatan. Enam pilar itu dian­taranya transformasi laya­nan pri­mer, transformasi layanan rujukan, tranfor­masi system ketahanan kesehatan, transformasi sistem pem­bia­yaan, transformasi SDM kesehatan, dan trans­for­masi teknologi kesehatan.

“Dari enam pilar trans­formasi kesehatan, terda­pat dua pilar yang sangat berhubungan erat dengan RSUP Dr M Djamil Padang, yakni transformasi laya­nan rujukan dan trans­for­masi SDM kesehatan,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Dovy Djanas, untuk trans­formasi layanan rujukan, apapun yang berkaitan dengan layanan keseha­tan, RSUP Dr M Djamil Padang harus memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan terus berbenah diri. Pihaknya memf­okus­kan bagaimana masya­rakat bisa mendapatkan akses rujukan yang terbaik.

“Sementara untuk transformasi SDM keseha­tan, ternyata dari analisa data yang didapatkan kita masih kekurangan SDM kesehatan. Selain itu juga terkait dengan kompetensi dan distribusi SDM kese­hatan. Ini harus dikejar supayan nanti layanan ke­sehatan bisa berbenah,” sebutnya.

Baca Juga  Polisi Gerebek Pesta Ganja di Payakumbuh

Lebih lanjut Dovy me­nyampaikan, untuk mewu­judkan transformasi laya­nan kesehat, RSUP Dr M Djamil Padang telah mem­buat skala prioritas yang akan dilakukan dalam jang­ka pendek dan panjang. Salah satunya dengan me­ningkatkan fasilitas penun­jang layanan kesehatan itu sendiri.

Ia menambahkan, saat ini RSUP Dr M Djamil Pa­dang memiliki sebanyak 800 tempat tidur. Namun, Tetapi dengan adanya pe­nerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), terjadi ke­ku­rangan tempat tidur. Jadi dari 800 tempat tidur di RSUP Dr M Djamil Padang, jika kris itu diterapkan, maka akan ada kekura­ngan tempat tidur sekitar 250 tempat tidur.

“KRIS ini kan sudah menjadi program peme­rintah. Bagaimana nanti masyarakat yang menda­patkan akses layanan JKN juga mendapatkan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan standar,” jelas Dovy.

Untuk mengatasi per­masalahan tersebut, saat ini RSUP Dr M Djamil Pa­dang sedang melakukan pe­ngembangan dan men­gusahakan proses untuk mendapatkan hak penga­lihan aset milik PT KAI yang sudah diproses ham­pir 6 bulan.

“Prosesnya kita lagi menunggu berapa jumlah aset PT KAI yang akan diganti rugi untuk dilakukan pembangunan gedung la­ya­nan kesehatan baru yang memiliki enam tingkat bangunan. Enam tingkat itu ada sebanyak 300 tempat tidur dimana nanti 250 tempat tidur itu untuk KRIS, kemudian sekitar 90 tempat tidur untuk pasien ICU,” ujarnya.

“Saat ini RSUP Dr M Djamil itu tidak bisa me­nerima pasien yang mem­butuhkan fasilitas ICU. Jadi di gedung baru nanti, kita akan menyediakan 90 tem­pat tidur untuk pasien ICU. Setahun itu ada sekitar 3 ribu pasien yang tertolak di RSUP Dr M Djamil Padang karena mereka butuh fasilitas ICU,” aku Dovy Djanas.

Tak hanya pemba­ngu­nan gedung layanan kese­hatan baru, RSUP Dr M Djamil Padang saat ini juga melakukan pembahasan terkait solusi area parkir. Dovy mengakui memang salah satu permasalahan yang dihadapi adalah tidak luasnya area parkir untuk pasien di RSUP Dr M Djamil Padang.

“Untuk itu saat ini kita sedang memikirkan solusi jangka pendek untuk me­ngatasi soal perpakiran ini. Kalau harus membangun tempat parkir, tentunya itu akan memakan waktu la­ma,” ujarnya.

Solusi jangka pendek yang akan diambil oleh pihaknya adalah mel­aku­kan kerja sama dengan bus Trans Padang dalam hal penyediaan transpor­tasi bagi pegawai atau karyawan RSUP Dr M Dja­mil Padang. Sehingga jum­lah kendaraan bisa ber­kurang karena pegawai tidak mengendarai ken­daraan pribadi mereka.

Kemudian, Dovy men­yebutkan, RSUP Dr M Dja­mil Padang juga telah ber­koordinasi dengan stakeholder terkait tentang pem­ba­nguan atau penye­diaan guest house atau rumah singgah bagi keluarga pasien. Hal itu dilakukan lantaran banyak dari pesien yang dirawat di RSUP Dr M Djamil Padang berasal dari Provinsi Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga  Wamendikdasmen Jelaskan Arah Kebijakan TKA, Pendidikan Nasional Harus Tepat Sasaran

Lalu untuk mewujudkan penyetaraan layanan kese­hatan di Provinsi Sumbar, dalam waktu dekat RSUP Dr M Djamil Padang akan mengadakan MoU dengan Rumah Sakit Paru yang berada di Lubukalung. Ren­cananya Rumah Sakit Paru itu akan dijadikan rumah sakit khusus penyakit infeksi di Provinsi Sumbar.

“Karena kita memiliki SDM yang berkompeten di bidang penyakit infeksi, maka kami sepakat untuk meningkatkan SDM tena­ga kesehatan yang nantinya akan bekerja di Rumah Sakit Paru tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh Dovy me­nga­takan, segala prioritas dan inovasi yang dilakukan oleh RSUP Dr M Djamil Padang tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak, salah satunya media massa. Sehingga apa yang sedang dan telah dilakukan oleh RSUP Dr M Djamil Padang bisa diketahui oleh masyarakat luas.

“Kami berharap kerja sama antara RSUP Dr M Djamil Padang dan POS­METRO PADANG semakin solid ke depannya. POS­METRO PADANG adalah mitra kami dalam me­nyampaikan informasi-informasi penting tentang program, capaian, dan ino­vasi kami,” tandasnya.

Sementara itu GM POS­METRO PADANG, Firdaus Abie didampingi Pemred POSMETRO Reviandi, Manajer Iklan Swari Arfan dan  Manajer Pemasaran Amril Amras yang me­nyambut kedatangan Dirut RSUP Dr M Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, me­ngaku saat ini pelayanan RSUP Dr M Djamal sudah makin membaik.

Hanya saja  seperti keluhan Dirut Dovy tadi ada beberapa kendala yak­ni areal yang tak me­nginzinkan, namun sudah ada upaya untuk pemba­ngunan gedung baru. Ini bukti bentuk keseriusan Dirut Dovy untuk lebih memajukan pelayanan ke­se­hatan untuk masyarakat luas.

“Kami yakin ditangan Dirut Dovy RSUP M Djamil makin jaya dan tranformasi yang dilakukan demi pela­yanan bagi masyarakat luas umumnya, khususnya Sumbar akan tercapai se­suai arahan dan pentunjuk Menkes,” ujar Abie.

“Pasien dan keluarga nantinya akan dapat me­nikmati pelayanan yang begitu maksimal. Untuk itu kami mendukung sekali tekad pihak RSUP Dr M Djamil mendirikan Yasayan Djamil Peduli Kasih itu,” sebut Firdaus Abie lagi.

Selain itu ditambahkan Reviandi, bahwa kerja sa­ma antara RSUP Dr M Djamil dengan POSMETRO PA­DANG  yang sudah ter­jalin selama ini semakin kuat.

“Pada prinsipnya, kami mendukung gebrakan yang dilakukan Dirut RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas. Pelayanan yang semakin baik dan kedepan makin membaik lagi dengan adanya pem­bangunan gedung baru enam tingkat serta areal parkir yang nyaman bagi keluarga pasien,” sebut Reviandi yang diang­guk­kan Swari Arfan. (ped)