PASAMAN, METRO—Bupati Pasaman, Welly Suhery bersama Wakil Bupati, H Parulian, turun langsung meninjau lokasi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati, Rabu (15/4).
Kehadiran kepala daerah ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan infrastruktur yang rusak serta memastikan keselamatan bagi warga yang terdampak. Setibanya di lokasi, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa keselamatan jiwa warga, terutama lansia dan anak-anak, adalah prioritas mutlak.
“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersiaga 24 jam. Evakuasi harus menjadi prioritas utama. Pastikan tidak ada warga yang terisolasi tanpa bantuan makanan maupun pelayanan medis,” tegas Bupati.
Secara khusus, Bupati memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan. Beliau menginstruksikan percepatan pemulihan Puskesmas Simpati yang terdampak banjir. Bupati menekankan bahwa pembersihan dan perbaikan fasilitas kesehatan tersebut harus dilakukan segera agar pelayanan medis bagi masyarakat tidak terhambat di masa darurat ini.
Selain itu, Bupati memerintahkan langkah teknis darurat kepada instansi terkait untuk segera memulihkan akses transportasi.
“Fokus kita adalah membuka kembali akses jalan yang amblas agar distribusi logistik tidak terhambat. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah dikerahkan untuk melakukan kajian cepat terkait perbaikan jembatan penghubung Kampung Hanguih dan Durian Sikunik,” tambahnya.
Bencana yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak Senin sore ini menyebabkan dampak kerusakan yang cukup serius. Berdasarkan laporan terkini, musibah ini mengakibatkan dua orang warga hanyut; satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR, BPBD, dan relawan.
Bupati Welly Suhery menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini dan meminta tim penyelamat bekerja maksimal. “Saya minta Tim SAR dan seluruh relawan menyisir area dengan teliti namun tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Bupati.
Menyikapi situasi kritis ini, Bupati juga menginstruksikan pihak kecamatan untuk segera mendirikan posko koordinasi.
“Posko harus segera berdiri untuk mempermudah koordinasi pencarian korban, pendataan bantuan, serta penanganan warga yang terisolasi. Semua informasi harus terpusat agar penanganan efektif,” ujar Bupati Welly.
Di Kecamatan Simpati, luapan air merendam puluhan bangunan dengan rincian di Kampung Sipisang 20 rumah (22 KK), Kampung Limapato 14 rumah (17 KK), Kampung Tapi 3 rumah (3 KK), 1 Kantor Wali Nagari, 2 bangunan sekolah (TK dan PKBM), serta Puskesmas Simpati.
Sementara di Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, akses utama yang menghubungkan Kampung Hanguih dan Durian Sikunik terputus total, menyebabkan sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) terisolasi.
Selain itu, satu dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat banjir bandang di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa malam (14/4).
Satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian. Korban yang ditemukan bernama Meji Ardi (37), warga Kabupaten Pasaman Barat, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal hanyut.
Pemerintah Kabupaten Pasaman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap intensitas hujan yang masih fluktuatif dan segera mengungsi ke titik aman jika situasi kembali membahayakan. (ped/rel)






