BERITA UTAMA

Buntut Peluru Nyasar di UNP, Lokasi Latihan Tembak Prajurit TNI Dipindahkan

×

Buntut Peluru Nyasar di UNP, Lokasi Latihan Tembak Prajurit TNI Dipindahkan

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN— Rektor Krismadinata ST, Ph.D didampingi Sekretaris UNP, Prof Dr. Erianjoni, S.Sos, M.Si, Kepala Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP, Dr.Haris Satria, M.Sn, saat memberikan keterangan, Senin (8/6) di UNP.

PADANG, METRORektor Universitas Negeri Padang (UNP) Kris­ma­di­nata, ST, Ph.D memastikan, pihak Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol bersedia memindahkan lokasi latihan tembak di TNI di Lapai, yang berjarak 800 meter dari kampus Induk UNP Air Tawar Padang.

Hal itu diungkap Krismadinata didampingi Sekre­taris UNP, Prof Dr. Erianjoni, S.Sos, M.Si, Kepala Kantor Komunikasi dan Pema­saran Strategis UNP, Dr.­Haris Datria, M.Sn, Senin (8/6) di UNP.

“Pangdam bersedia me­­mindahkan lokasi latihan tembaknya tidak lagi di sekitar kawasan kampus. Saya dengar akan dipindahkan ke Padang Panjang. Jadi ke depan tidak akan ada lagi insiden peluru nyasar yang menimpa mahasiswa kita,” ujar Krismadinata.

Tidak hanya memindahkan lokasi latihan tembak,  kata Krismadinata, Pang­d­am XX/Tuanku Imam­ Bonjol juga minta seluruh biaya perawatan korban ditanggungnya.

“Kita sebenarnya su­dah siapkan biaya perawatannya. Tapi Pangdam meminta kepada kita biar dia yang menanggung semuanya,” terang Krismadinata.

Saat ini kondisi Nova Wirantika (25) Mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) korban peluru nyasar sudah bias berjalan. Peluru yang ada di tubuhnya juga sudah dikeluarkan.

“Kondisi korban sudah membaik. Selain pemulihan kesehatan juga dilaksanakan trauma healing terhadap korban,” terang Krismadinata.

Nova sendiri saat ini sedang tidak ada mata kuliah, karena baru saja selesai seminar proposal dan akan menyelesaikan skrip­sinya.  Selain Nova juga ada Guruh Guiono yang bukan mahasiswa tetapi teman dari salah seorang Ma­hasiswa UNP yang men­­jadi korban peluru nya­­sar Selasa, (2/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga  IPM Sumbar Berhasil Lampaui Rata-rata Nasional, Benahi Pendidikan, Tingkatkan Layanan Kesehatan

Krismadinata mengatakan, saat mengetahui peristiwa itu, dirinya langsung berkordinasi dengan Kepala BINDA Sumbar, Kapolsek Padang Utara, Komandan Batalyon 133 dan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol. Korban yang dibawa ke Rumah Sakit Hermina langsung dipindahkan di Rumah Sakit TNI Reksodiwiryo untuk menjalani perawatan lebih lanjut. “Pangdam juga langsung menjenguk korban,” terang Krismadinata.

Selain itu, Krismadinata juga telah melaporkan ke Dirjend Dikti dan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, ST, M.Eng, Ph.D. Kemudian Mendiktisaintek juga berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Menkopol­kam.

“Pimpinan TNI di Sumbar juga sudah dipanggil oleh Menkopolkam ke Ja­karta. Menkopolkam juga sudah berpesan kepada saya, menegaskan kejadian ini tidak akan pernah terulang lagi. TNI bertanggungjawab dan akan memindahkan lokasi latihan tembak,” tegasnya.

Dengan respon cepat dari hasil kordinasi tersebut, Krismadinata meminta kepada masyarakat, untuk tenang.

“Semoga tidak ada lagi segala bentuk kecurigaan. Ini semua sudah clear. Terima kasih kepada masya­ra­kat yang sudah peduli. Masyarakat tidak perlu resah anak-anaknya kuliah di UNP. Sudah ada jaminan persitiwa tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.

Terpisah, Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq mengatakan, pihaknya berencana memindahkan lokasi latihan menembak prajurit, pascainsiden peluru nya­sar lukai dua orang di Universitas Negeri Padang (UNP).

Baca Juga  Mahasiswi UNP Dibawa Lari Dukun, Keluarga Yakin Kena Guna-guna dan Hipnotis, Sempat Terdeteksi di Kerinci

Sebelumnya, latihan tembak prajurit dilakukan di lapangan yang berada di kawasan Lapai. Buntut pe­ris­tiwa peluru nyasar ini, lapangan tersebut telah ditutup sementara.

“Lapangan tembak men­jadi evaluasi tersendiri. Untuk sementara tidak digunakan sampai proses evaluasi dan tindak lanjut selesai dilakukan,” ujar Kolonel Kaveleri Taufiq, Senin (8/6/).

Kolonel Taufiq mengatakan, ke depan prajurit akan menggunakan dua lapangan latihan menembak di antaranya Secata Padang Panjang dan lapangan tembak di Teluk Bayur.

“Untuk lapangan latihan tembak akan kami alihkan ke Secata dan Teluk Bayur. Nanti kami akan koordinasikan dengan instansi terkait,” kata dia.

Sementara itu, Kolonel Taufiq mengakui, proyektil amunisi dari satu korban identik dengan amunisi yang digunakan saat latihan menembak. Amunisi proyektil tersebut berkaliber 9 mm, berasal dari pistol G2 Combat.

Hal ini berdasarkan hasil investigasi, dari mulai olah TKP dan melibatkan ahli amunisi dan senjata. Peluru nyasar bersamaan dengan latihan menembak yang dilaksanakan oleh prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang.

“Perlu kami jelaskan, berdasarkan hasil investigasi mulai dari TKP kemudian termasuk olah TKP tempat latihan, kami simpulkan amunisi yang ditemukan di salah satu korban identik dengan amunisi latihan prajurit Batalyon Infanteri Yonif TP,” ungkapnya. (fan)