PAYAKUMBUH, METRO—Warga Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo (Labuah Baru), Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, dihebohkan dengan penemuan mayat yang mengapung di aliran Sungai Batang Agam, dengan kodisi tangan terborgol, Kamis (10/9), sekitar pukul 14.10 WIB.
Sontak saja, lokasi penemuan mayat dikerumuni warga yang ingin menyaksikan penemuan mayat tersebut. Tak berselang lama, pihak Kepolisian, Pemadam Kebakaran dan SAR yang mendapat laporan, datang ke lokasi untuk mengevakuasi mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut.
Namun, setelah dilakukan proses identifikasi, terungkap kalau mayat tersebut bernama Marta Niko Wijaya (37), yang akrab dipanggil Niko, warga Jorong Kapalo Koto, Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota. Dua hari sebelumnya, Niko ternyata sempat ditangkap bersama tiga temannya oleh Tim Satresnarkoba Polres Payakumbuh.
Meski sudah diborgol Polisi, Niko berhasil melarikan diri saat menjalani interogasi di lokasi penangkapan di sebuah rumah di belakang Pasar Ibuah. Perosnel Satresnarkoba pun pada malam itu berusaha mencari Niko, namun tak berhasil ditemukan.
Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta didampingi Wakapolres Kompol Romarpus Almi, sejumlah Kabag dan Kasat mengatakan, Niko sebelumnya diamankan Phantom Squad Satresnarkoba Polres Payakumbuh dalam penggerebekan sebuah rumah di belakang Pasar Ibuah, Selasa malam (8/9) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Dalam penggerebekan tersebut, Niko diamankan bersama tiga pria lainnya yang merupakan saksi. Petugas menduga rumah tersebut kerap dijadikan tempat pesta narkoba. Selain itu, Niko juga diduga terlibat dalam peredaran narkotika,” kata AKBP Irwan Andeta saat konfrensi pers, Kamis malam (10/9).
Dijelaskan AKBP Irwan, setelah ditangkap, Niko bersama tiga temannya kemudian diborgol. Beberapa saat kemudian, dia berhasil melarikan diri saat diinterogasi terpisah oleh anggota untuk mengungkap barang bukti lainnya.
“Mengetahui Niko melarikan diri, anggota Phantom Squad Satresnarkoba langsung melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar kawasan Pasar Ibuah hingga sepanjang aliran Batang Agam yang diduga menjadi jalur pelarian Niko,” tutur AKBP Irwan.
Menurut AKBP Irwan, pencarian malam itu juga melibatkan Kasat Resnarkoba, KBO dan Kanit. Namun, karena kondisi sudah gelap, petugas belum berhasil menemukan keberadaan Niko.
“Sebelum melarikan diri, Niko telah digeledah petugas. Barang bukti yang kita sita berupa 1 paket sedang narkotika jenis sabu, 29 paket kecil narkotika jenis sabu, 2 paket narkotika jenis ganja,” tutur AKBP Irwan.
Hanya saja, kata AKBP Irwan, dua hari setelah melarikan diri, warga kemudian menemukan jasad Niko mengambang di aliran Batang Agam. Saat ditemukan, salah satu tangannya masih dalam kondisi terborgol.
“Terkait bagaimana Niko bisa terlepas dari borgol dan kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, kami masih melakukan penyelidikan. Saat melarikan diri, borgol masih terpasang pada tangan Niko. Namun, kami menduga Niko berhasil melepaskan salah satu tangannya dari borgol tersebut,” tegas AKBP Irwan.
AKBP Irwan memastikan, saat ini pihaknya belum menyimpulkan penyebab kematian Niko. Untuk memastikan penyebab dan mekanisme kematian, polisi berencana melakukan autopsi terhadap jasad korban.
“Dalam penanganan perkara ini, kita akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Untuk jenazah korban sudah dievakuasi dari lokasi penemuan ke RSUD. Keluarga Niko juga sudah datang ke sana,” pungkasnya. (*)






