BERITA UTAMA

Banjir Bandang Terjang Simpang Tonang Pasaman, 17 Rumah Terendam dan Satu Warga Hilang

×

Banjir Bandang Terjang Simpang Tonang Pasaman, 17 Rumah Terendam dan Satu Warga Hilang

Sebarkan artikel ini
BANJIR BANDANG— Kondisi Nagari Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman usai diterjang banjir bandang.

PASAMAN, METROBanjir menerjang Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat malam (18/9/). Bencana tersebut menye­bab­kan 17 rumah terendam dan satu warga dila­porkan hilang.

Kepala Pelaksana BPBD­ Kabupaten Pasaman, Mardianto, mengatakan banjir juga menyebabkan satu rumah rusak dan tidak dapat ditempati. Selain itu, sejumlah fasilitas umum, lahan pertanian, kolam ikan hingga jaringan air bersih warga ikut terdampak.

“Terendam banjir sebanyak 17 unit, yakni tujuh rumah di Kampung Parit dan 10 rumah di Tolang Dolok. Sementara satu rumah di Kampung Parit rusak dan tidak dapat ditempati,” ungkap Mardianto pada wartawan, Sabtu (19/9).

Dikatakan Mardianto, banjir juga mengakibatkan satu jembatan di Pasar Simpang Tonang mengalami kerusakan ringan. Untuk sektor pertanian, sekitar lima hektare tanaman padi berusia dua minggu di Kampung Parit tertimbun pasir, batu dan pohon kayu berukuran besar. Kondisi tersebut mem­buat lahan tidak dapat ditanami kembali.

Selain itu, tanaman jagung seluas sekitar 10 pancang yang berusia dua bulan juga terdampak setelah tertimbun material dan sampah banjir. Banjir turut menghanyutkan ikan dari 12 kolam milik warga. Sebanyak 10 kolam berada di Kampung Parit, satu di Jembatan Pasar Simpang Tonang dan satu lainnya di Tolang Dolok.

Baca Juga  Penyelundupan 50 Kg Ganja Digagalkan BNN di Agam, Dibuang di Pinggir Jalan saat Pengejaran, Pelaku Tinggalkan Mobil dan Berhasil Kabur

Dampak lainnya terjadi pada jaringan air bersih warga Kampung Parit. Hulu sumber air bersih mengalami kerusakan berat, sementara bendungan Aek Koronok Gunung Ledang di Kampung Parit runtuh akibat diterjang banjir.

“Akibatnya, pasokan air bersih untuk warga Kampung Parit terputus,” terangnya.

BPBD Pasaman juga mencatat satu warga dilaporkan hilang dalam pe­ristiwa tersebut. Korban merupakan warga Tolang Do­lok, Jorong Tonang Ra­ya, yang diduga terseret arus di Sungai Aek Koronok, Kampung Parit.

Selain itu, rumah milik warga bernama Ndek Adit di Kampung Parit mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni. Rumah tersebut dihuni empat orang, terdiri dari kepala keluarga, istri dan dua anak.

Keluarga tersebut saat ini mengungsi. Selain rumah, padi serta sejumlah barang rumah tangga milik korban juga dilaporkan hanyut terbawa banjir. Rumah warga lainnya, milik Ndek Yoga di kawasan Jembatan Pasar Simpang Tonang, juga terdampak. Bagian teras rumah runtuh dan hanyut diterjang banjir.

“Rumah tersebut untuk sementara tidak dapat dihuni karena berada sangat dekat dengan bibir sungai dan kondisi arus masih deras. Diperlukan pembangunan dinding penahan untuk mengantisipasi abrasi susulan yang berpotensi mengancam bangunan rumah,” ujarnya.

Baca Juga  Bareskrim Bongkar SPBU Nakal di Bogor, Kurangi Takaran dan Alat Sulit Dideteksi

Wabup Pasaman Langsung Datangi Lokasi Terdampak Banjir

Wakil Bupati Pasaman bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kerusakan sekaligus memastikan dampak yang ditimbulkan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Jumat (18/9).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati meminta OPD terkait segera mengambil langkah-langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, dengan tetap berkoordinasi bersama Pemerintah Nagari dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Koordinasi dan komunikasi harus terus dilakukan. Pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang ha­rus dilanjutkan bersama seluruh tim yang telah dibentuk,” ujar Wakil Bupati.

Proses pencarian melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Nagari serta masyarakat setempat. Keterlibatan ma­sya­rakat dinilai penting karena mereka lebih me­nge­tahui kondisi dan karakter medan di wilayah tersebut. Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan logistik dan sembako untuk dimanfaatkan bersama oleh masyarakat yang terdampak bencana. (ped/rel)