SOLOK/SOLSEL

Bangun Irigasi dan Jalan Usaha Tani, Gubernur Mahyeldi Siapkan Penguatan Sentra Cengkeh Solok

×

Bangun Irigasi dan Jalan Usaha Tani, Gubernur Mahyeldi Siapkan Penguatan Sentra Cengkeh Solok

Sebarkan artikel ini
PANEN RAYA CENGKEH— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, menghadiri panen raya cengkeh di kawasan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5).

SOLOK, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komoditas cengkeh masih menjadi salah satu sektor perkebunan unggulan yang memiliki prospek besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar menyiapkan se­jumlah langkah penguatan kawasan sentra cengkeh, mulai dari pembangunan sistem pengairan hingga jalan usaha tani.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri panen raya cengkeh di kawasan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5).

“Kita masih memiliki potensi tanaman cengkeh yang besar di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Solok. Informasi dari kelompok tani menunjukkan hasil panen tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi modal penting untuk terus kita kembangkan,” ujar Mah­yeldi.

Menurutnya, peningkatan produktivitas harus diikuti dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Salah satu kebutuhan utama yang menjadi perha­tian pemerintah adalah ketersediaan air bagi tanaman cengkeh. “Kebutuhan air tanaman harus dipastikan tersedia. Di kawasan ini terdapat potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan melalui pembangunan jaringan pipa. Jika kebutuhan air terpenuhi, produktivitas tanaman akan lebih terjaga dan pemupukan juga bisa dilakukan lebih optimal,” kata­nya.

Baca Juga  SMPN 9 Solsel Melangkah Menuju Sekolah Berbasis Pesantren

Selain pengairan, Mah­yeldi juga memastikan dukungan pembangunan jalan usaha tani untuk mem­­per­lancar aktivitas masyarakat di kawasan perkebunan. Menurutnya, akses yang baik akan memudahkan pro­ses produksi hingga distribusi hasil panen.

“Pak Bupati akan membuka aksesnya terlebih dahulu, kemudian pemerintah provinsi akan me­nindaklanjuti pembangu­nan jalan usaha tani. Infrastruktur ini penting untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan efisiensi biaya produksi,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi, Mahyeldi me­ngajak petani mulai me­ngembangkan hilirisasi komoditas cengkeh. Ia menilai potensi ekonomi cengkeh tidak hanya berasal dari bunga yang dipanen, tetapi juga dari daun yang dapat diolah menjadi minyak atsiri bernilai jual tinggi. “Daun ceng­keh yang selama ini belum dimanfaatkan memiliki ni­lai ekonomi yang besar. Kita perlu dukungan perguruan tinggi dan du­nia usaha agar potensi ini dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan ba­ru bagi petani,” tuturnya.

Baca Juga  Solok Selatan Masuk 6 Besar Nominasi Penghargaan PPD

Sementara itu Bupati Solok, Jon Firman Pandu mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pengemba­ngan perkebunan cengkeh dan percepatan penanganan pascabencana di dae­rahnya. “Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur yang hadir langsung bersama masyarakat. Du­kungan terhadap pengembangan sentra cengkeh dan program relokasi warga terdampak bencana menjadi harapan besar bagi masyarakat Kabupa­ten Solok,” kata Jon.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman menyebut Kabupaten Solok masih menjadi salah satu sentra utama produksi cengkeh di Sumbar. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas budidaya, pengolahan hasil panen, serta pemanfaatan daun ceng­keh menjadi minyak atsiri guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. (vko)