POLIKO, METRO–Suasana Kota Payakumbuh benar-benar pecah. Puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah tumpah ruah di jalan menyaksikan Pawai Alegoris dalam rangka peringatan Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia, Selasa (19/8). Rangkaian atraksi mulai dari drumband, pawai budaya, hingga pertunjukan seni kreatif ditampilkan secara meriah.
Arak-arakan dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh dan berakhir di depan Kantor Pos, menyulut semangat kemerdekaan yang bergema di seluruh penjuru kota. “Kita lihat anak-anak dan masyarakat begitu bersemangat dalam memeriahkan Dirgahayu RI di Payakumbuh. Ini bukti bahwa semangat perjuangan terus berkobar dalam jiwa dan raga masyarakat, merdeka!,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta.
Tak hanya mengapresiasi antusiasme masyarakat, Zulmaeta juga menegaskan bahwa pawai ini membawa dampak ekonomi yang nyata bagi warga “Harapan kita dengan Pawai Alegoris ini akan terjadi banyak perputaran uang di Payakumbuh, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemko Payakumbuh menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, terutama soal kebersihan.
Zulmaeta menekankan bahwa setiap rombongan telah dilengkapi “pasukan semut” untuk memungut sampah agar kebersihan tetap terjaga. “Disetiap rombongan arak-arakan ada petugas yang langsung membersihkan sampah,” ucapnya.
Pawai Alegoris tahun ini diikuti 115 kontingen. Sebanyak 60 di antaranya menampilkan drumband, sementara sisanya terdiri dari barisan alegoris dari sekolah, OPD, BUMN, dan organisasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril, menjelaskan teknis pelaksanaan pawai. “Setiap sekolah mendapat satu nomor lot. Jadi, apa pun yang mereka tampilkan, baik drumband, pawai alegoris, maupun kreativitas siswa, berada dalam satu barisan. Artinya, akan ada lebih dari 115 penampilan,” ujarnya. (uus)





