KETUA Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah Padang, Drs. Aristo Munandar mengatakan, Adabiah akan selalu menjalankan program lima pilar dalam menjaga keberlanjutan pendidikan. Ke-lima pilar tersebut katanya adalah keislaman, kebangsaan, kekeluargaan, kedisiplinan, dan keprofesionalan.
Dijelaskannya, di pilar Keislaman, memiliki program unggulan di samping yang wajib menurut agama, ada tahsin dan tahfidz, dimana Adabiah telah dua kali mewisuda siswa-siswi. “Wisuda yang pertama itu sebanyak 148 orang, dan wisuda terbaru sebanyak 283 orang, jumlahnya meningkat secara signifikan, kita berharap semakin lama maka semakin banyak pula minat anak-anak kita,” ungkapnya.
Setelah anak-anak tersebut dapat hafal al-quran, diharapkan kedepannya dapat mengamalkannya dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, juga ada program mencetak kader mubaligh imam-khatib, yang sudah berjalan dia tahun ini yang dibuktikan dengan hadir dan berani tampil di masyarakat. “Sudah dua kali puasa mereka terjun ke mesjid dan musholla, yang awalnya hanya 36, kini telah mencapai 83 mesjid yang diisi oleh siswa,” katanya.
Pilar kebangsaan, tentu telah selalu di pupuk di dalam jiwa anak-anak sekolah melalui kegiatan upacara bendera sebagai salah satu contohnya. Sehingga kesadaran berbangsa dan bernegara menjadi nilai yang melekat pada dirinya.
Dibidang kekeluargaan, meski Adabiah ada beberapa unit, namun kekeluargaan di pupuk dengan mesjid menjadi sentral kegiatannya, sehingga dimesjid dapat menjalin silaturahmi. “Kita sangat menekankan kepada anak-anak kita untuk tidak ada yang ikut terlibat dalam tawuran, balap liar, narkoba, dan berbagai jenis kenakalan remaja lainnya, termasuk judi online,” katanya.
Keprofesionalan, katanya, semenjak anak-anak menginjak kelas 3, mereka di data untuk kemana minat untuk melanjutkan pendidikannya, seperti minat untuk melanjutkan pendidikan kedinasan, kedokteran, dan sebagainya, maka pihaknya akan berusaha mendatangkan senior atau alumni yang sudah sukses dibidangnya sebagai motivator bagi adek-adeknya. “Setahun itu kita arahkan mereka, dan kita dstangkan contoh-contoh sebagai mentornya untuk memberikan motivasi lewat alumni yang sudah berhasil dibidangnya, kita akan undang mereka,” jelasnya.
SMA ADABIAH Kelas Penguatan Menjadi Pilihan
SMA Adabiah Padang memiliki program kelas penguatan, yang khusus membahas soal-soal untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sehingga dapat menjadi bekal siswa-siswi untuk menuju PTN yang diminatinya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMA Adabiah Padang, Ishlah Firdaus, S.Si, MM. Dia mengatakan banyaknya siswanya yang diterima di PTN tidak terlepas dari “bekal” melalui program kelas penguatan yang dilakukan oleh sekolah, dimulai dari siswa saat berada di kelas X. “Banyaknya siswa-siswi kami yang diterima di PTN melalui jalur prestasi dan tes, itu tidak terlepas dari program kelas penguatan yang telah kami bentuk. Pada kelas penguatan tersebut siswa kami berikan belajar tambahan khusus membahas soal-soal masuk PTN,” katanya.
Dijelaskannya, pada tahun ini ada sebanyak 45 siswa yang lulus di PTN seperti ITB, UI, Unpad, dan UGM, serta kampus negeri lainnya yang berada di Sumbar.
Selain keberhasilan sekolah di bidang akademik tersebut, SMA Adabiah juga aktif mengikuti perlombaan-perlombaan dan berhasil menjadi juara seperti, MSQ, lomba puisi, lomba pidato, story telling dalam bahasa Inggris, MTQ, dan sebagainya. Di segi olahraga, siswa SMA Adabiah juga memiliki siswa juara lomba panah tingkat nasional, taekwondo, dan silat.
Tidak luput dari kegiatan kepramukaan SMA Adabiah mencetak sebanyak 23 pramuka garuda, yang menjadi tingkatkan tertinggi dalam gerakan pramuka di Indonesia. “Sertifikat yang diterima oleh mereka tersebut nanti akan dapat dipergunakan sebagai penunjang untuk masuk di PTN yang mereka minati,” jelasnya.
Ishlah mengatakan, pihaknya sangat menekankan kedisiplinan dan adab kepada para siswa disekolah, absensi yang telah di himpun oleh guru-guru akan di share ke grup Whatsapp orang tua, sehingga orang tua dapat menmantau masuk atau tidak anaknya ke sekolah.
Sehingga bagi anak yang bolos sekolah maka akan timbul efek jera, dan tidak berani mengulangi perbuatannya lagi kedepannya. “Kami disini memang sering melibatkan orang tua dalam hal meningkatkan kedisiplinan, di setiap akhir pembelajaran guru BK akan memfoto absensi tersebut dan akan mengirimkan ke grup whatsapp orang tua, sehingga menjadi tahu apakah anaknya hadir ke sekolah atau bolos,” katanya.
SMA ADABIAH 2
Prestasinya Terus Meningkat
SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Adabiah 2 memiliki berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah Dra Ratna Gustiherlina, M. Pd.
Dia mengatakan, saat ini siswa-siswi SMA Adabiah 2 yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. “Pada tahun 2024 lalu jumlah siswa SMA Adabiah 2 yang diterima melalui jalur prestasi (SNBP) hanya 31 orang, namun di tahun ini jumlah tersebut mengalami peningkatan yakni 33 orang siswa yang diterima,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, siswa-siswi yang tidak lulus pada tes SNBP tersebut tidak patah arah, dan lebih giat lagi berjuang melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Selain itu, juga ada yang masuk PTN dengan jalur Seleksi Mandiri (SM).
“Para siswa sebelumnya telah membekali diri mereka dengan berbagai sertifikat yang di dapatkan dari mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh Perguruan Tinggi di Sumbar seperti debat bahasa Inggris, membaca berita dalam bahasa Inggris, cerdas cermat bahasa Jepang, dan sebagainya,” katanya.
Selain dibidang akademik tersebut, dia juga mengatakan, siswa SMA Adabiah 2 juga memiliki bakat dibidang olahraga dan seni. Seperti tim basket yang sudah dibuktikan dengan terpilihnya tiga orang siswa yang di boyong oleh tim basket DBL ke Jakarta, namun tidak berjalan mulus karena mengalami cidera kaki.
Prestasi dibidang olahraga taekwondo, dibuktikan oleh siswa SMA Adabiah 2 yang ikut pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) se-Indonesia dimana Pekanbaru, Riau menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi tersebut.
Diungkapkannya, untuk menjaga kedisiplinan siswa di sekolah, sekolah membentuk tim yang bernama K7, untuk meningkatkan keberhasilan, keindahan, kerapian, kesopanan, kesantunan, keamanan, dan kedisiplinan siswa.
“Tim tersebut akan turun ke masing-masing kelas untuk melakukan razia tanpa diberikan pemberitahuan sebelumnya, sehingga siswa harus dalam keadaan selalu rapi,” katanya.
Bagi siswa laki-laki yang memiliki rambut yang sudah panjang, wakil bidang kesiswaan memberikan pilihan kepada siswa untuk memotong rambut di luar atau di sekolah dengan mendatangkan baber shop ke sekolah dengan harga yang sama, bahkan lebih murah.
Selain itu, bagi siswa perempuan, dilarang untuk bersolek dengan memakai lipstik saat berada di sekolah, dimana didalam razia tersebut guru perempuan akan memeriksa barang bawaan didalam tas siswa perempuan.
“Dari segi berpakaian, sangat dilarang memakai rok pendek, ketat, dan yang tidak pantas. Sebagai sekolah yang pilar utamanya menekankan nilai-nilai keislaman tentu itu tidak cocok,” katanya. (***)





