JAKARTA, METRO–Program transmigrasi terus disempurnakan pemerintah. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat arah kebijakan pembangunan transmigrasi melalui revitalisasi dan transformasi guna menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar program perpindahan penduduk, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Transmigrasi harus benar-benar menghadirkan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia,” kata Menko AHY kepada media dalam kunjungan kerja ke Kementerian Transmigrasi, Rabu (15/4)
Menko AHY menjelaskan, program revitalisasi difokuskan pada perbaikan kondisi dasar kawasan transmigrasi, sementara itu program transformasi diarahkan untuk mengembangkan potensi kawasan secara tematik agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Program transformasi diharapkan bisa menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berdasarkan potensi wilayah, baik di sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga pariwisata,” tegas Menko AHY.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan revitalisasi juga mencakup penyelesaian persoalan mendasar seperti kepastian hukum lahan melalui program Trans Tuntas. Dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir, pemerintah telah menyerahkan lebih dari 13.000 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada masyarakat transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang modern, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. (jpg)





