PAYAKUMBUH/50 KOTA

TPID Limapuluh Kota Siapkan Strategi Jelang Ramadhan, Antisipasi Lonjakan Harga

×

TPID Limapuluh Kota Siapkan Strategi Jelang Ramadhan, Antisipasi Lonjakan Harga

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI—Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan rapat koordinasi bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Mengantisipasi kenaikan harga barang yang bakal memicu inflasi menjelang bulan suci Rama­dhan 1443 H tahun 2022, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Limapuluh Kota mulai merumuskan dan me­nyiapkan strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (High Level Meeting) TPID Limapuluh Kota yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Fitma Indrayani, S.H., di Ruang Rapat Bupati Limapuluh Kota pada Senin, (28/3).

Rapat mengikutsertakan unsur-unsur penunjang tim pengendali inflasi di daerah, terdiri atas Bank Indonesia (BI), sektor energi dan listrik serta pengendali kebutuhan pangan.

Tampak hadir Kepala Fungsi Perumusan Kekda Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Christoveny, perwakilan Pertamina, Azlam, perwakilan perum Bulog, Wahyudi Bakaruddin, Asisten Pemerintahan, Herman Az­mar, Ap. M.Si., Kepala Dinas Perindustrian dan Te­naga Kerja, Fery Chofa, S.H., L.L.M., Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupa­ten Lima Puluh Kota, Rilza Hanif, S.ST., serta stakeholder terkait.

Baca Juga  Berkas Dukungan “Duo Mas” Diterima KPU Limapuluh Kota 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Fitma Indrayani, S.H. mengatakan, Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ini bertujuan untuk meminta kepada seluruh stakeholder agar dapat merumuskan strategi dalam menjaga kestabilan baik demand (permintaan pasar) maupun supply (stok ba­rang) sehingga nantinya dilapangan tidak terjadi gejolak yang akan menimbulkan kelangkaan. Se­hingga rentan menimbulkan kenaikan harga ba­rang khususnya menjelang puasa Ramadhan dan Hari Raya tahun 2022 ini.

”Ini perlu kita kontrol atas pergerakan dinamis kenaikan dan penurunan harga barang, serta menjaga­nya tetap stabil. Sebagai salah satu prasyarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkesinambungan dan berkeadilan,” papar­nya.

Baca Juga  Baznas Payakumbuh Salurkan 3.600 Paket Sembako

Jika kestabilan harga dapat dikontrol dengan baik maka akan memiliki dampak yang besar se­hingga diharapkan masya­rakat dapat melakukan jual beli kebutuhan sembako dengan harga yang terjangkau.

”Beberapa langkah juga akan dilakukan dimana jika terjadi lonjakan harga yang signifikan kemungkinan akan dilakukan operasi pasar di beberapa titik. Sehingga tidak ada masalah terkait harga kebutuhan pokok saat-saat bulan suci Ramadhan dan Hari Raya,” imbuh Fitma Indrayani.

Sementara itu, Kepala Fungsi Perumusan Kekda Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Christoveny menuturkan, untuk melakukan upaya pe­ngen­dalian inflasi di Sumbar, khususnya Kabupa­ten Limapuluh Kota perlu du­kungan dari semua pihak.

”Kita harus lakukan komunikasi yang efektif antara anggota TPID secara rutin,” pungkasnya. (uus)