METRO PESISIR

IPNU Siap Wujudkan Padangpariaman Berjaya

×

IPNU Siap Wujudkan Padangpariaman Berjaya

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur foto bersama para Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) usai kegiatan.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan sebagai intelektual Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) harus aktif wujudkan Padangpariaman berjaya “Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (IS­NU) Kabupaten Padangpariaman memiliki peran penting dalam membentengi umat dari masuknya paham kea­gamaan yang memandang kritis terhadap tradisi dan amaliah beragama di tengah masyara­kat,” kata Bupati Padanggpa­riaman Suhatri Bur, kemarin.

Sebagai intelektual NU katanya, ISNU tidak saja berada di menara gading kampus, tapi juga terjun ke tengah masyarakat dalam memberikan pemahaman keagamaan yang selama sudah dijalankan umat. Sekaitan dengan itu, Suhatri Bur berkesempatan menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Cabang Kabupa­ten Padangpariaman. Kegiatan yang memanfaatkan momen menyambut bulan suci Ramadhan itu, mengusung tema “mengukuhkan eksistensi NU dan membangun kola­borasi menuju Padangpariaman berjaya.

Baca Juga  Imasintoga Organisasi Kecamatan Berhasilkan Siapkan Pemimpin Bangsa

Suhatri Bur menyambut baik diadakannya raker ISNU Padangpariaman, karena pe­nguatan yang dilakukan ISNU Padangpariaman ini penting, sejalan dengan visi Pemerintah Darah yang mewujudkan Pa­dangpadang Berjaya. Yang sejalan dengan salah satu kata kuncinya yakni Padangpariaman yang religius. “ISNU sebagai kaum intelektual NU, tentu sangat diharapkan berperan aktif memberikan ide dan sarannya dalam membangun Kabupaten Padangpariaman. Dukungan semua pihak dalam menyukseskan pembangunan, sangatlah penting.

Walaupun misalnya, bupa­tinya hebat, pintar dan cerdas, tapi kalau jalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, tentu tidak akan pernah berhasil dalam membangun daerah. Karena itu, ISNU harus berperan aktif dalam mewujudkan Padangpariaman ber­jaya,” kata Suhatri Bur, mantan Bendahara PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Padangpariaman ini.

Baca Juga  Ciptakan Kondusivitas untuk Pengendalian Laju Inflasi dan Kestabilan Harga Pangan

Pada sesi penyampaian materi, Rasman dalam paparannya menjelaskan. IS­NU sebagai intelektual kampus, harus berpikir lurus dalam melihat permasalahan yang ada di tengah ma­syarakat. Tidak mudah me­nyalahkan pihak lain tanpa mendalami apa dan bagai­mana sesuatu itu terjadi.  “Ibarat mengaji di pondok pesantren, harus dilihat dari ilmu mantik, nahwu, hadis, tafsir, tasawuf, bayan dan seterusnya. Sehingga menerima sesuatu pernyataan atau informasi, tidak mudah me­nyalahkan orang lain,” kata Rasman.

Dikatakannya, Padangpa­riaman yang banyak memiliki pondok pesantren, melahirkan tuanku yang telah mempelajari kitab-kitab kuning minimal 7 tahun, sehingga menguasai berbagai ilmu dalam memahami agama Islam.  “Sehingga Padangpariaman masih belum separah daerah lain, yang sudah dimasuki pemahaman agama yang suka me­nyalah-nyalahkan tradisi sebagaimana sudah dijalankan selama ini,” kata Rasman mengakhiri. (efa)