METRO PESISIR

Bupati Dampingi Menteri Pertanian, Kunjungi Lahan Persawahan Masyrakat Terdampak Bencana

×

Bupati Dampingi Menteri Pertanian, Kunjungi Lahan Persawahan Masyrakat Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN KERJA— Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis,saat kunjungan kerja ke Kabupaten Padangpariaman, kemarin.

PDG.PARIAMAN, METRO–Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, men­dorong percepatan rehabilitasi lahan persawahan terdampak bencana saat kunjungan kerja ke Kabupaten Padangpariaman, kemarin.

Didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dan Bupati Padangpariaman John Ke­nedy Azis, rombongan me­ninjau langsung sawah terdampak di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia La­weh, Kecamatan Lu­buak Alung.

Data mencatat, total lahan terdampak di Sumatera Barat mencapai 6.443 hektare, sementara di Pa­dangpariaman seluas 1.2­36,4 hektare dengan kategori kerusakan ringan hingga hilang.

Amran menegaskan penanganan ini merupakan instruksi langsung Pre­siden, dengan dukungan anggaran pusat sekitar Rp500 miliar untuk Sumatera Barat. Ia meminta pemerintah dae­rah mempercepat realisasi program dan memangkas birokrasi. “Target kita satu bulan harus selesai. Perkuat ko­laborasi, jangan ada hambatan administrasi,” tegasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Keimanan, OPSI Gelar Wirid Bulanan

Ia juga mengingatkan, pemerintah pusat dapat menarik kembali anggaran jika daerah tidak serius dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, Wagub Vasko Ruseimy mengakui kendala utama berada pa­da aspek teknis dan bi­rokrasi, meski anggaran telah tersedia di daerah. Pemprov, kata dia, akan fokus mempercepat pemulihan ekonomi petani terdampak.

Di sisi lain, Padangpariaman memperoleh alokasi Rp12,5 miliar melalui program optimasi lahan sawah terdampak bencana (Op­lah Bencana). Program ini menyasar 18 kelompok tani di 9 nagari dan 7 kecamatan dengan luasan sekitar 446 hektare.

Baca Juga  Tugu Asean Cocok untuk Selfie

Bantuan difokuskan pa­da pemulihan sawah rusak ringan akibat sedimentasi banjir serta perbaikan jaringan irigasi tersier guna mengembalikan produktivitas lahan. Langkah terpadu pusat dan daerah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pro­duksi pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Sumatera Barat. (efa)